Menjelang Idul Adha, Jasa Asah Pisau Ramai Order

  • 03 Jun 2025 18:55 WIB
  •  Jember

KBRN, Banyuwangi: Menjelang Hari Raya Idul Adha 1446 H, jasa pengasahan pisau di Banyuwangi kebanjiran order. Salah satunya dialami oleh Ungkal_Pisau, usaha milik Muhammad Pandu (38), warga Perumahan Kebalenan Baru 1 Banyuwangi.

Pandu mengaku dua pekan terakhir jasa asah pisaunya mengalami peningkatan. yang cukup signifikan. Jika dihari bisa hanya mengash satu atau dua pisau milik pelanggnya, saat ini perharinya bisa lima hingga tujuh pisau.

“Alhamdulillah, seminggu ini ramai. Sehari bisa lima sampai tujuh pisau yang diasah. Hari biasa paling cuma satu atau dua,” ujar Pandu saat ditemui Selasa (3/6/2025).

Lonjakan permintaan terjadi terutama dari masyarakat yang bersiap menyembelih hewan kurban dan memotong daging. Pandu menyebut, jenis pisau yang masuk untuk diasah bervariasi, mulai dari pisau dapur hingga pisau sembelih berbahan keras.

Tarif jasa yang ditawarkan cukup terjangkau. Pisau berbahan stainless steel dikenai biaya Rp1.000 per sentimeter bilah, sementara pisau berbahan baja karbon dipatok Rp2.000 per sentimeter, dengan waktu pengerjaan maksimal 24 jam.

Dalam proses pengasahan, Pandu memadukan teknik manual dan modern. Ia menggunakan berbagai jenis batu asah, termasuk batu asah impor dari Jepang seharga Rp1,8 juta, serta mesin pengasah untuk finishing dan pisau-pisau berbahan keras.

Usaha Ungkal_Pisau bermula dari kebutuhan pribadi. Pandu belajar mengasah pisau secara otodidak saat sering melihat istrinya kesulitan menggunakan pisau tumpul untuk usaha asinan buah.

“Awalnya saya belajar dari YouTube dan referensi online. Sekarang saya sudah bisa membedakan jenis pisau dan teknik asah yang sesuai,” ungkap Pandu.

Usaha tersebut resmi ia tekuni sejak Agustus 2024, bahkan menyulap lantai dua rumahnya menjadi bengkel pengasahan. Usahanya mulai dikenal luas setelah seorang temannya mengunggah video proses pengasahan ke media sosial.

Sebagian besar pelanggan Pandu adalah ibu rumah tangga serta pemilik usaha kuliner seperti kafe dan restoran. Sebagai bentuk layanan tambahan, Pandu juga meminjamkan pisau dari koleksi pribadinya kepada pelanggan yang pisaunya sedang dalam proses pengerjaan.

“Jadi pelanggan tetap bisa memasak atau bekerja meski pisaunya sedang saya asah,” kata Pandu.

Salah satu pelanggan setia, Ramada, mengaku sangat terbantu dengan layanan ini.

“Pisau saya benar-benar tajam setelah diasah. Waktu pengerjaan juga cepat, dan yang paling saya suka, saya nggak harus berhenti masak karena bisa pinjam pisaunya Mas Pandu,” ujar Ramada, Selasa (3/6/2025).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....