Kebijakan Bupati Ipuk Hidupkan Lagi Kerajinan Bambu
- 03 Jun 2025 17:50 WIB
- Jember
KBRN, Banyuwangi: Kebijakan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, membatasi penggunaan kantong plastik sekali pakai membawa dampak positif bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor kerajinan bambu. Sentra kerajinan bambu di Lingkungan Papring, Desa/Kecamatan Kalipuro kini kembali bergairah setelah sempat lesu hampir dua dekade.
Salah satu produk yang paling diminati adalah besek, wadah dari anyaman bambu yang kini menjadi alternatif pengganti kantong plastik, terutama menjelang Idul Adha. Masyarakat lebih memilih besek untuk membungkus daging kurban karena ramah lingkungan.
"Harus diakui, kebijakan pembatasan kantong plastik dari Bupati Ipuk membuat produk kerajinan bambu di kampung kami bergairah kembali. Permintaan produk kerajinan bambu untuk menggantikan kantong plastik meningkat," ungkap tokoh masyarakat Papring, Widie Nurmahmudy, Selasa (3/6/2025).
Sebulan menjelang Idul Adha seperti saat ini, permintaan meningkat tajam. Warga bisa membuat antara 5.000 hingga 7.000 besek dalam sebulan.
Permintaan yang meningkat juga berdampak pada harga. Jika sebelumnya harga besek relatif seragam, kini harganya menyesuaikan ukuran, berkisar antara Rp2.500 hingga Rp3.000 per biji.
Mairoh, salah satu perajin besek, turut merasakan manfaatnya. Dalam sehari, ia bisa menyelesaikan 30 hingga 50 besek yang langsung laku dibeli.
"Alhamdulillah, sekarang tidak bingung menjual. Permintaan terus ada, dan penghasilan pun bertambah," ujar Mairoh.
Lingkungan Papring sendiri memiliki sejarah panjang sebagai sentra kerajinan bambu. Nama "Papring" berasal dari akronim bahasa Jawa "panggonane pring", yang berarti tempat pohon bambu. Pada era 1960-an hingga 1990-an, mayoritas warga Papring bekerja sebagai perajin bambu. Namun, sejak awal 2000-an, industri ini menurun akibat membanjirnya produk plastik.
Dengan kebijakan pengurangan plastik dan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap produk ramah lingkungan membawa angin segar bagi warga Papring. Sekitar 80 keluarga kembali aktif memproduksi berbagai kerajinan bambu, tidak hanya besek, tapi juga tas, capil, gedek (dinding bambu), dan lebih dari 20 jenis kerajinan lainnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....