Harga Kedelai Impor Meroket, Pengerajin Tahu Tempe Banyuwangi Tercekik
- 25 Apr 2025 22:59 WIB
- Jember
KBRN, Banyuwangi: Kenaikan harga kedelai impor kian memukul para pengerajin tahu dan tempe di Kabupaten Banyuwangi. Situasi ini memaksa mereka memutar otak agar tetap bisa bertahan di tengah biaya produksi yang terus membengkak.
Mifa Miftahul Jannah salah satunya. Produsen tahu di Dusun Cangaan, Desa Genteng Wetan ini mengaku khawatir dengan tren kenaikan harga kedelai impor yang signifikan.
"Sekarang harga kedelai impor sudah mencapai Rp 9.900 per kilogram. Padahal, pada Januari 2025 lalu, harganya masih di kisaran Rp 9.000," ujar Mifa, Jum'at (25/4/2025).
Bayang-bayang kerugian semakin menghantui Mifa, terutama setelah ia mengingat pengalaman pahit di tahun 2023 yang menembus Rp 14.000 per kilogram. Karena dengan harga yang cukup tinggi Ia terpaksa menutup usahanya, karena berhenti berproduksi, lantaran harga jual tahu tidak sebanding dengan modal yang dikeluarkan.
Mifa berharap ada intervensi pemerintah untuk menstabilkan harga kedelai impor. Karena jika tidak ada intervensi secara otomatis harga kedelai impor akan terus meroket.
Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi keberlangsungan industri tahu dan tempe di Banyuwangi. Para pengerajin berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menjaga stabilitas harga kedelai impor, sehingga usaha mereka dapat terus berjalan dan tidak mematikan mata pencaharian banyak orang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....