Belanja Impulsif Bisa Ganggu Keuangan Pribadi

  • 30 Agt 2026 20:41 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Kebiasaan membeli barang secara spontan tanpa mempertimbangkan kebutuhan dan kondisi keuangan dapat membuat pengeluaran sulit dikendalikan. Belanja impulsif sering muncul ketika seseorang tertarik pada promosi, diskon, tampilan produk, atau dorongan emosional sesaat.

Psikolog konsumen asal Amerika Serikat, Dr. Kit Yarrow, menjelaskan pada 2014 bahwa keputusan berbelanja tidak selalu didasarkan pada pertimbangan rasional. Kondisi emosional, lingkungan toko, hingga berbagai rangsangan pemasaran dapat memengaruhi seseorang dalam menentukan pilihan pembelian.

Belanja impulsif juga dapat membuat seseorang mengeluarkan uang untuk barang yang sebenarnya tidak direncanakan. Jika kebiasaan tersebut dilakukan berulang kali, pengeluaran kecil yang terlihat sepele dapat terkumpul menjadi jumlah yang cukup besar dan mengurangi ruang untuk kebutuhan lain.

Menurut psikolog keuangan asal Amerika Serikat, Brad Klontz, pada 2016, hubungan seseorang dengan uang dapat dipengaruhi oleh pola pikir dan emosi. Keputusan keuangan yang dilakukan berdasarkan dorongan sesaat berpotensi membuat seseorang mengabaikan tujuan keuangan yang sudah ditetapkan.

Salah satu cara untuk mengurangi belanja impulsif adalah memberikan jeda sebelum membeli. Barang yang terlihat menarik tidak selalu harus langsung dibeli. Dengan menunggu beberapa jam atau bahkan satu hari, seseorang memiliki kesempatan untuk menilai kembali apakah barang tersebut benar-benar dibutuhkan.

Membuat daftar belanja juga dapat membantu menjaga pengeluaran tetap sesuai rencana. Sebelum membuka aplikasi belanja atau mendatangi pusat perbelanjaan, seseorang dapat menentukan barang yang memang diperlukan sekaligus menetapkan batas anggaran.

Selain itu, membatasi paparan terhadap promosi yang terlalu sering dapat menjadi langkah sederhana. Notifikasi diskon, rekomendasi produk, dan penawaran dengan batas waktu tertentu dapat memicu dorongan untuk segera membeli.

Mengelola keuangan bukan berarti harus menghilangkan aktivitas belanja sepenuhnya. Yang lebih penting adalah memastikan setiap pembelian memiliki alasan yang jelas dan tidak mengganggu kebutuhan utama maupun rencana keuangan jangka panjang.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....