Cara Menata Prioritas di tengah Kesibukan
- 28 Agt 2026 14:32 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - Kesibukan sehari-hari sering membuat seseorang merasa harus menyelesaikan banyak hal dalam waktu bersamaan. Pekerjaan, urusan rumah, komunikasi melalui ponsel hingga berbagai kebutuhan pribadi dapat datang hampir bersamaan. Jika semuanya dianggap sama penting, aktivitas justru lebih mudah terasa berat dan sulit dikendalikan. Psikiater sekaligus profesor psikiatri Harvard Medical School, Dr. Kerry Ressler, pada 2021 menjelaskan bahwa mengatur pekerjaan dapat membantu mengurangi tekanan yang muncul ketika seseorang merasa kewalahan. Menurutnya, membuat daftar tugas yang konkret dapat membantu seseorang melihat pekerjaan dengan lebih jelas sehingga beban yang ada tidak terasa seperti datang sekaligus.
Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah mencatat seluruh pekerjaan yang perlu diselesaikan. Tidak perlu langsung mengerjakannya satu per satu. Tuliskan terlebih dahulu apa saja yang harus dilakukan, kemudian tentukan mana yang benar-benar membutuhkan perhatian lebih dahulu. Setelah semua tercatat, pisahkan pekerjaan berdasarkan tingkat kepentingan dan urgensinya. Pekerjaan yang penting sekaligus memiliki batas waktu dekat dapat ditempatkan sebagai prioritas utama. Sementara pekerjaan yang penting tetapi belum mendesak dapat dijadwalkan untuk dikerjakan setelah tugas utama selesai. Harvard Business Review pada 2018 juga menyarankan agar seseorang tidak hanya melihat batas waktu ketika menentukan prioritas. Pekerjaan yang memiliki tenggat paling dekat belum tentu memberikan dampak paling besar. Karena itu, penting untuk mempertimbangkan manfaat dan konsekuensi dari setiap pekerjaan sebelum menentukan urutannya.
Psikolog dan neuropsikolog Lydia Cho dari McLean Hospital, rumah sakit yang berafiliasi dengan Harvard Medical School, pada 2022 menjelaskan bahwa seseorang dapat memilih dua prioritas utama dalam satu hari dibandingkan mencoba menangani terlalu banyak pekerjaan sekaligus. Dengan menentukan dua pekerjaan utama, perhatian dapat diarahkan pada tugas yang benar-benar membutuhkan energi dan konsentrasi. Pekerjaan lain tetap dapat dicatat, tetapi tidak semuanya harus menjadi sasaran yang harus diselesaikan pada saat bersamaan. Membagi waktu secara khusus juga dapat membantu. Misalnya, pagi digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi tinggi, sementara aktivitas yang lebih ringan dapat dikerjakan setelahnya. Cara ini membuat jadwal terasa lebih realistis karena setiap pekerjaan memiliki ruang waktunya sendiri.
Hal lain yang tidak kalah penting adalah berani mengurangi pekerjaan yang tidak terlalu diperlukan. Ketika daftar tugas mulai terlalu panjang, seseorang dapat menanyakan kembali apakah pekerjaan tersebut benar-benar harus dilakukan, dapat ditunda, atau bisa dibantu oleh orang lain. Menata prioritas bukan berarti harus membuat hari menjadi penuh dengan pekerjaan. Justru sebaliknya, menentukan apa yang perlu dikerjakan lebih dahulu dapat membantu seseorang menggunakan waktu dan energi secara lebih terarah. Dengan kebiasaan sederhana seperti mencatat pekerjaan, menentukan dua prioritas utama, membedakan tugas penting dan mendesak, serta menyediakan waktu khusus untuk setiap pekerjaan, aktivitas harian dapat menjadi lebih teratur. Kesibukan tetap ada, tetapi seseorang tidak harus merasa semua hal harus diselesaikan sekaligus.
| Baca juga: Work Life Balance Ala Generasi Milenial |
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....