Belanja Bijak Bantu Atur Keuangan Bulanan

  • 27 Agt 2026 20:26 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Mengatur keuangan pribadi tidak selalu harus dimulai dari penghasilan yang besar. Kebiasaan dalam menggunakan uang, termasuk cara seseorang berbelanja, juga memiliki peran penting dalam menjaga kondisi finansial agar tetap sehat dari waktu ke waktu.

Kemudahan transaksi digital membuat aktivitas belanja semakin praktis. Masyarakat dapat membeli berbagai kebutuhan hanya melalui telepon genggam, sementara promosi seperti potongan harga, gratis ongkos kirim, dan penawaran dalam waktu terbatas semakin sering ditemui. Kondisi tersebut dapat membuat seseorang lebih mudah melakukan pembelian yang sebenarnya tidak direncanakan.

Menurut Dr. Brad Klontz, PsyD, CFP, financial psychologist sekaligus Associate Professor di Creighton University, dalam penjelasannya pada 2025, keputusan keuangan seseorang tidak hanya dipengaruhi oleh kemampuan membuat anggaran. Cara seseorang memandang uang juga dapat memengaruhi perilaku ketika membelanjakan, menabung, maupun mengelola keuangan.

Klontz menjelaskan bahwa seseorang dapat memiliki apa yang disebut sebagai “money scripts”, yaitu keyakinan dan pola pikir mengenai uang yang terbentuk dari pengalaman hidup. Pola tersebut dapat memengaruhi cara seseorang mengambil keputusan finansial, termasuk ketika menentukan apakah akan membeli sesuatu atau tidak.

Dalam kehidupan sehari-hari, pengaruh pola pikir tersebut dapat terlihat ketika seseorang membeli barang bukan karena benar-benar membutuhkan, tetapi karena ingin mendapatkan kepuasan, mengikuti tren, atau merasa harus memiliki barang tertentu. Karena itu, memahami alasan di balik keputusan berbelanja dapat menjadi langkah awal untuk mengendalikan pengeluaran.

Salah satu cara sederhana adalah membedakan kebutuhan dan keinginan. Kebutuhan berkaitan dengan sesuatu yang memang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari, sedangkan keinginan masih dapat ditunda. Perbedaan tersebut membantu seseorang menentukan prioritas ketika harus memilih berbagai jenis pengeluaran.

Membuat daftar belanja sebelum melakukan transaksi juga dapat membantu. Daftar tersebut memberikan batas yang lebih jelas mengenai barang apa saja yang memang diperlukan. Jika menemukan barang lain di luar daftar, pembelian dapat ditunda terlebih dahulu agar keputusan tidak dibuat secara spontan.

Kebiasaan mencatat pengeluaran juga penting dilakukan. Pengeluaran untuk makanan, transportasi, kebutuhan rumah tangga, hiburan, hingga belanja daring dapat dicatat secara rutin. Dari catatan tersebut, seseorang dapat melihat pola pengeluaran dan mengetahui bagian mana yang paling banyak menghabiskan uang.

Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya kemampuan mengendalikan pengeluaran sehari-hari. Mengatur keuangan bukan hanya soal berapa banyak uang yang diperoleh, tetapi juga bagaimana uang tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan saat ini sekaligus mempersiapkan kebutuhan di masa mendatang.

Masyarakat juga sebaiknya tidak menjadikan diskon sebagai alasan utama untuk membeli sesuatu. Harga yang lebih murah memang terlihat menguntungkan, tetapi jika barang tersebut sebenarnya tidak dibutuhkan, uang tetap keluar. Dalam situasi seperti ini, tidak melakukan pembelian justru dapat menjadi pilihan yang lebih hemat.

Selain itu, uang yang berhasil disisihkan dari pengeluaran yang tidak penting dapat dialihkan untuk kebutuhan yang lebih prioritas. Misalnya, membangun dana darurat, menambah tabungan, membayar kewajiban, atau mempersiapkan kebutuhan jangka panjang.

Dr. Brad Klontz pada 2025 juga menekankan bahwa perubahan perilaku keuangan tidak harus dilakukan secara drastis. Seseorang dapat memulainya secara bertahap dengan mengenali kebiasaan belanja, memahami pola pikir terhadap uang, kemudian menyesuaikannya dengan tujuan keuangan yang ingin dicapai.

Pada akhirnya, belanja bijak bukan berarti seseorang tidak boleh menikmati hasil kerja. Prinsip utamanya adalah memastikan setiap pengeluaran memiliki alasan yang jelas dan tidak mengganggu kebutuhan utama maupun rencana keuangan.

Dengan membiasakan diri membuat daftar belanja, menetapkan batas pengeluaran, mencatat transaksi, serta memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan, masyarakat dapat memiliki kendali yang lebih baik terhadap keuangan pribadi.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....