Transaksi Agen BRILink di BRI Regional Office Malang Tembus Rp 49,7 Triliun
- 27 Jun 2026 11:22 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus menunjukkan komitmennya dalam memperluas akses keuangan formal hingga ke pelosok daerah. Melalui jaringan Agen BRILink di bawah supervisi Regional Office (RO) 13 Malang, BRI sukses mencatatkan pertumbuhan yang masif, baik dari sisi kuantitas agen maupun volume transaksi.
Hingga Mei 2026, jumlah Agen BRILink di wilayah kerja RO 13 Malang tercatat telah mencapai 108.510 agen. Jaringan yang tersebar luas dari kawasan perkotaan hingga wilayah pedesaan ini berhasil memfasilitasi aktivitas keuangan masyarakat dengan total volume transaksi yang sangat fantastis, yakni mencapai Rp 49,7 Triliun.
Regional CEO BRI Malang, Arie Wibowo, menegaskan bahwa perluasan jaringan ini merupakan langkah strategis BRI dalam mendorong inklusi keuangan nasional secara berkelanjutan.
"BRI terus meningkatkan peran dan komitmennya dalam mendorong inklusi keuangan di Indonesia. Salah satunya melalui keberadaan Agen BRILink yang terus memberikan akses layanan perbankan yang lebih baik kepada masyarakat, baik di wilayah perkotaan hingga pelosok desa dan kepulauan," ujar Arie melalui keterangan resmi tertulis yang dihimpun RRI, Sabtu 27 Juni 2026.
Sebagai salah satu kanal utama perbankan BRI, Agen BRILink dirancang untuk memotong jarak antara masyarakat dengan lembaga keuangan formal. Melalui agen-agen ini, masyarakat dapat menikmati berbagai layanan esensial secara lebih dekat dan praktis. Layanan yang diadopsi pun sangat beragam, mulai dari transaksi dasar seperti tarik tunai, setor tunai, dan transfer, hingga pembayaran tagihan bulanan, pembelian pulsa, token listrik, serta layanan remitansi (pengiriman uang).
Arie Wibowo menambahkan bahwa ekosistem kemitraan ini memberikan dampak positif yang saling menguntungkan (multiplier effect), baik bagi korporasi maupun masyarakat.
"Aktivitas ini menegaskan peran Agen BRILink sebagai salah satu kanal utama masyarakat dalam memenuhi kebutuhan transaksi keuangan, serta turut berkontribusi terhadap fee-based income (FBI) BRI," ungkapnya.
Di sisi lain, kehadiran Agen BRILink juga membawa nilai tambah ekonomi (economic value) yang signifikan bagi pelaku usaha lokal yang menjadi mitra. Selain mendapatkan tambahan pendapatan berbasis komisi (fee), para agen juga merasakan adanya peningkatan aktivitas usaha utama mereka karena meningkatnya kunjungan warga ke toko mereka.
"Melalui model bisnis berbasis kemitraan ini, BRI berhasil menciptakan ekosistem inklusi keuangan yang berkelanjutan. Masyarakat tidak hanya menjadi pengguna layanan perbankan, tetapi juga menjadi bagian dari rantai nilai ekonomi digital yang memberikan dampak sosial dan ekonomi secara langsung di tingkat desa," jelas Arie.
Sementara Branch Office Head BRI Jember, Adhitya Narotama mengatakan melalui perpanjangan tangan AgenBRILink, BRI mendekatkan akses perbankan ke pelosok sekaligus menggerakkan potensi usaha lokal (BUMDesa) agar naik kelas.
Fokus Pemberdayaan melalui AgenBRILink di Desa BRILian meliputi Inklusi Keuangan Masyarakat, penggerak ekonomi lokal, Digitalisasi Bisnis, peningkatan kapasitas, pendampingan, pelatihan kewirausahaan serta akses permodalan bagi perangkat desa serta pengurus BUMDesa.
"Memudahkan warga melakukan setor/tarik tunai, transfer, bayar tagihan (listrik, PDAM, BPJS), dan top up tanpa harus ke kantor BRI, AgenBRILink kerap dikelola oleh pelaku UMKM atau BUMDesa, sehingga keuntungan (fee) transaksi menjadi roda penggerak pendapatan desa," paparnya.
Disisi lain Digitalisasi Bisnis Mengubah pola transaksi desa dari tunai ke digital, mendorong penggunaan layanan seperti BRImo dan QRIS di lingkungan perdesaan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....