Agen BRILink Bondowoso Sukses Tumbuh Bersama Warga Desa

  • 27 Jun 2026 10:21 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Bondowoso- Pintu rumah Aimatus Syuroiyah di sebuah sudut Desa Pekauman, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, nyaris tak pernah sepi. Sejak pagi hingga malam hari, warga silih berganti datang ke kediamannya. Namun, kedatangan mereka bukan untuk bertamu, melainkan untuk melakukan berbagai transaksi keuangan.

Dari teras rumah sederhana itulah, perempuan yang akrab disapa Bu Ifa ini setia melayani kebutuhan perbankan masyarakat desanya. Menjadi Agen BRILink sejak tahun 2018, aktivitas ini kini telah menjadi pemandangan sehari-hari yang menghidupkan ekonomi desa.

Kendati demikian, kesuksesan yang dinikmati Bu Ifa tidak datang dalam semalam. Saat memulai debutnya enam tahun lalu, kondisi yang dihadapinya jauh dari kata ramai. Masyarakat desa saat itu belum akrab dengan konsep agen perbankan di teras rumah.

“Awal-awal tidak ada transaksi sama sekali. Kadang satu minggu hanya ada satu transaksi karena masyarakat belum tahu. Setelah kami gencar melakukan sosialisasi dan mengenalkan layanan ini ke warga, akhirnya pelan-pelan mulai banyak yang menggunakan,” ujar Bu Ifa mengenang masa-masa sulitnya, Sabtu 27Juni 2026.

Pelan tapi pasti, kepercayaan warga mulai tumbuh. Keberadaan Agen BRILink milik Bu Ifa menjadi solusi konkret bagi masyarakat Pekauman. Sebelum adanya agen ini, warga harus menempuh perjalanan jauh ke pusat kota atau ATM terdekat hanya untuk urusan perbankan sekadar tarik tunai atau transfer.

Kini, berbagai transaksi finansial dapat diselesaikan hanya beberapa langkah dari rumah warga. Mulai dari tarik tunai, setor tabungan, pembayaran tagihan, hingga pencairan bantuan sosial (Bansos) dari pemerintah.

Bagi Bu Ifa, perannya sebagai Agen BRILink bukan lagi sekadar mencari tambahan penghasilan. Di balik meja transaksi itu, ada misi sosial untuk membantu mempermudah hajat hidup tetangga dan warga desanya.

Demi totalitas pelayanan, ia bahkan membuka layanannya sejak pukul 06.00 WIB hingga malam hari, menyesuaikan dengan waktu luang para petani dan buruh di desanya.

“Alhamdulillah, keberadaan agen ini sangat membantu masyarakat di sini. Lokasi ATM dari desa cukup jauh. Dengan adanya Agen BRILink, warga menjadi lebih mudah, hemat waktu, dan cepat saat melakukan transaksi,” tuturnya ramah.

Berbuah Penghargaan dan Hadiah Umrah

Konsistensi dan ketulusan Bu Ifa dalam melayani masyarakat akhirnya membuahkan hasil manis. Pada tahun 2024, ia mendapatkan kejutan besar berupa hadiah ibadah umrah gratis dari pihak BRI atas prestasinya sebagai agen yang aktif.

Sebuah penghargaan tertinggi yang tak pernah terlintas dalam benak perempuan bersahaja ini.

“Saya benar-benar tidak menyangka sama sekali. Waktu pertama kali diberi kabar mendapat hadiah umrah, rasanya seperti mimpi. Saya sampai menangis karena tidak pernah membayangkan bisa mendapatkan penghargaan sebesar itu dari hasil melayani warga di teras rumah,” ungkap Bu Ifa dengan mata berkaca-kaca.

Prestasi Bu Ifa tidak berhenti di situ. Ia juga tercatat pernah meraih penghargaan sebagai Agen UMi (Ultra Mikro) dengan jumlah nasabah terbanyak di wilayah kerjanya. Capaian-capaian inilah yang kini menjadi bahan bakar motivasinya untuk terus memberikan pelayanan terbaik.

Keberhasilan Bu Ifa di tingkat tapak diakui langsung oleh manajemen perbankan. Petugas Penunjang Bisnis Keagenan BRI Bondowoso, Silvi Liya Kurniawati, menjelaskan bahwa Agen BRILink merupakan ujung tombak perusahaan dalam memperluas jangkauan layanan keuangan hingga ke pelosok desa yang tidak terjangkau kantor kas.

Menurut Silvi, saat ini sudah ada puluhan Agen BRILink di Kabupaten Bondowoso yang masuk dalam kategori agen berprestasi, dan mereka memegang peranan penting dalam mendorong inklusi keuangan masyarakat.

“Melalui Agen BRILink, masyarakat bisa melakukan transaksi lebih mudah tanpa harus datang ke kantor bank yang jauh. Karena peran mereka sangat krusial, kami dari BRI terus melakukan pendampingan dan pembinaan berkala kepada para agen agar kualitas pelayanan kepada masyarakat tetap optimal,” jelas Silvi.

Hingga hari ini, Bu Ifa tetap setia berdiri di balik meja transaksinya di teras rumah Desa Pekauman. Di tengah menjamurnya agen-agen keuangan baru, ia memilih bertahan dengan cara-cara sederhananya: menyapa hangat setiap tetangga yang datang dan menjaga penuh kepercayaan yang telah dipupuknya selama bertahun-tahun.

Sebab bagi Bu Ifa, setiap lembar uang dan struk transaksi yang keluar dari mesinnya bukan sekadar deretan angka nominal, melainkan wujud ikatan silaturahmi dan pertumbuhan ekonomi bersama warga desanya.

Kinerja Agen Brilink BRI

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui Region 13 Malang terus memperkuat inklusi keuangan melalui pengembangan jaringan BRILink Agen. Hingga Mei 2026, jumlah BRILink Agen di Region 13 Malang tercatat mencapai 108.510 agen yang tersebar di berbagai wilayah. BRILink Agen di bawah supervisi Region 13 Malang tercatat telah memfasilitasi transaksi dengan total volume mencapai Rp 49,7 Triliun.

Arie Wibowo, Regional CEO BRI Malang menegaskan, BRI terus meningkatkan peran dan komitmennya dalam mendorong inklusi keuangan di Indonesia. Salah satunya melalui keberadaan BRILink Agen yang terus memberikan akses layanan perbankan yang lebih baik kepada masyarakat, baik di wilayah perkotaan hingga pelosok desa dan kepulauan.

BRILink Agen menjadi kanal utama BRI dalam menjangkau kebutuhan transaksi masyarakat secara luas. Melalui jaringan BRILink Agen, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan perbankan secara lebih dekat dan praktis, mulai dari tarik tunai, setor tunai, transfer, pembayaran tagihan, pembelian pulsa dan token listrik, hingga remitansi, sehingga memperkuat akses terhadap layanan keuangan formal sekaligus meningkatkan efisiensi transaksi.

“Aktivitas ini juga menegaskan peran BRILink Agen sebagai salah satu kanal utama masyarakat dalam memenuhi kebutuhan transaksi keuangan, serta turut berkontribusi terhadap fee based income (FBI),” ungkapnya.

Di sisi lain, BRILink Agen juga memberikan nilai tambah ekonomi bagi pelaku usaha yang menjadi agen melalui tambahan pendapatan berbasis fee serta peningkatan aktivitas usaha di tingkat lokal, sehingga turut memperkuat ekosistem ekonomi di wilayahnya.

“Melalui model bisnis berbasis kemitraan ini, BRI berhasil menciptakan ekosistem inklusi keuangan yang berkelanjutan, di mana masyarakat tidak hanya menjadi pengguna layanan perbankan, tetapi juga bagian dari rantai nilai ekonomi digital yang memberikan dampak sosial dan ekonomi secara langsung di tingkat desa,” ujarnya.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....