Kenali Kill Switch BRImo, Ampuh Tangkal Penipuan Digital

  • 25 Mei 2026 11:45 WIB
  •  Jember

RRI.CO.IDJ ember- Modus kejahatan keuangan digital berupa penyebaran malware berkedok undangan pernikahan APK kerap meresahkan pengguna perbankan.

Pelaku memanfaatkan rasa penasaran korban untuk menginstal aplikasi jahat yang dapat menguras saldo rekening secara drastis, salah satunya menimpa seorang ASN di Jember dengan kerugian ratusan ribu rupiah.

Dengan mengklik tautan samaran tersebut dalam waktu singkat uang nasabah yang disimpan di bank ataupun wallet tiba – tiba hilang atau saldo 0 rupiah.

Setelah korban mengklik dan menginstal file tersebut, aplikasi akan meminta izin (permission) untuk mengakses fitur sensitif di ponsel korban. Jika korban menekan "Allow" atau "Izinkan", maka korban sama saja dengan memberikan kunci rumah ponselnya kepada penipu. Sepertihalnya pengalaman pahit yang menimpa , Nuki Hadinata, Seorang ASN instansi pemerintah di Kabupaten Jember.

“Awalnya saya tidak mengetahui ada link tautan aplikasi di medisa sosial youtobe, saya klik tautannya, selang beberapa jam saya terima notifikasi dari goggle bahwa saya melakukan transaksi dengan aplikasi tertentu dan uang di rekening saya langsung tersedot, untungnya saat itu hanya tersimpan Rp 800 ribu direkening pribadi saya,” ungkap Nuki kepada RRI, Senin 25 Mei 2026.

Menanggapi fenomena tersebut, Manajer Operasional dan Layanan BRI Branch Office Jember, Saiftinanda Wildan Pratama menyatakan kewaspadaan dan kehati-hatiaan masyarakat menjadi kunci utama agar tidak menjadi korban penipuan digital.

“Edukasi kepada nasabah dan masyarakat senantiasa kita lakukan baik melalui berbagai platform BRI maupun datang langsung ke instansi dan lembaga pendidikan sebagai upaya mencegah modus-modus penipuan digital, yang terus menerus kita lakukan memperkuat system keamanan digital keuangan nasabah salah satunya melakukan upgrading system aplikasi secara berkala dengan penambahan fitur keamanan, selain itu menjaga kerahasiaan password, nomor PIN,” terangnya.

Dilansir dari website resmi BRI, untuk melindungi nasabahnya dari kejahatan Cyber, dengan metode “Kill Switch”. Sebuah langkah taktis dan mudah yang harus dilakukan ketika nasabah sudah terlanjur mengklik tautan malware undangan.apk.

Untuk melakukan fitur Kill Switch atau penonaktifan akses akun BRImo secara cepat saat kondisi darurat jika terlanjur klik file APK berbahaya, Anda bisa melakukan beberapa cara berikut:

1. Melalui Menu "Pusat Bantuan" di BRImo (Jika masih bisa akses)

Jika Anda merasa HP sudah mulai aneh tapi masih bisa membuka aplikasi:

Buka aplikasi BRImo.

Pilih menu Akun (ikon profil) di pojok kanan bawah.

Pilih Pusat Bantuan.

Cari opsi untuk Pengaduan Layanan atau Blokir Akun/Kartu.

Ikuti instruksi untuk menonaktifkan layanan.

2. Melalui Layanan Contact BRI (Paling Disarankan)

Ini adalah cara tercepat jika HP Anda sudah tidak bisa dikendalikan atau layar menjadi blank:

Segera telepon Contact BRI di nomor 1500017.

Beritahu petugas bahwa Anda baru saja terkena modus penipuan APK dan ingin melakukan pemblokiran akun BRImo dan kartu ATM.

Petugas akan melakukan verifikasi identitas singkat dan segera mematikan akses transaksi di akun Anda.

3. Melalui Asisten Virtual BRI "Sabrina"

Anda bisa menghubungi Sabrina melalui WhatsApp resmi BRI di nomor 0812-12-14017:

Ketik "Blokir kartu ATM" atau "Blokir akun BRImo".

Ikuti instruksi otomatis yang diberikan untuk pengamanan cepat.

4. Menggunakan Fitur "Disable Card" di Internet Banking

Jika Anda memiliki akses internet banking lewat laptop/perangkat lain:

Login ke situs resmi Internet Banking BRI.

Cari menu layanan nasabah atau manajemen kartu.

Pilih fitur Disable Card untuk mematikan fungsi transaksi kartu ATM yang terhubung dengan akun tersebut.

Penting Setelah Melakukan Kill Switch:

Setelah akun diblokir, segera lakukan Factory Reset (Kembali ke Setelan Pabrik) pada HP yang terinfeksi APK tersebut untuk memastikan virus/malware benar-benar hilang sebelum Anda login kembali di kemudian hari.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....