OJK Fasilitasi 5.635 Nelayan Banyuwangi Akses Modal
- 16 Apr 2026 21:30 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Banyuwangi - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember memfasilitasi akses permodalan bagi 5.635 nelayan di Banyuwangi melalui program Stop Rentenir “Osing” guna mendorong keuangan inklusif dan mencegah jeratan rentenir, Kamis, 16 April 2026. Program ini menyalurkan pembiayaan sebesar Rp117 miliar dari berbagai perbankan untuk pengembangan usaha nelayan pesisir.
Program Stop Rentenir “Osing” yang merupakan singkatan dari Ojo Isin Isun Ngamprah Ning Bank (jangan malu pinjam ke bank) menjadi salah satu upaya konkret OJK dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat pesisir. Melalui program tersebut, nelayan didorong untuk mengakses layanan keuangan formal guna mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
“Kami berharap program OJK yang membuka akses keuangan bagi para nelayan daerah terus berlanjut. Kalau bisa berlanjut bagi pelaku usaha nonformal lainnya di Banyuwangi,” ujar Bupati banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Kamis 16 April 2026.
Kepala OJK Jember, Aris, mengatakan program tersebut dilatarbelakangi masih rendahnya literasi keuangan nelayan sehingga rentan terjerat praktik rentenir. Oleh karena itu, OJK hadir memberikan solusi pembiayaan yang lebih aman dan terjangkau.
“Program ini untuk mencegah masyarakat tidak ke rentenir untuk mendapat pembiayaan. Dengan program Osing, masyarakat pesisir bisa terakses pembiayaan bahkan bisa melakukan hilirisasi ekonomi selain mencari ikan di laut,” kata Aris.
Selain sektor perikanan, OJK juga membidik penguatan ekosistem keuangan di sektor pariwisata Banyuwangi yang dinilai memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan. Dukungan tersebut diarahkan kepada berbagai pemangku kepentingan di sektor wisata.
“Kami siap mendukung pariwisata Banyuwangi dengan cara mendukung para stakeholder wisata,” ucap Aris.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....