Kesalahan Menggunakan Uang THR yang dianggap wajar

  • 14 Mar 2026 17:34 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID. rasa senang saat menerima THR juga sering membuat seseorang menjadi lebih longgar dalam mengatur pengeluaran. Banyak keputusan keuangan diambil secara spontan karena terbawa suasana Ramadan dan persiapan Lebaran yang terasa meriah. Agar tidak terjebak dalam kebiasaan tersebut, ada beberapa kesalahan umum yang sering dilakukan saat menggunakan uang THR.

1. Menganggap THR sebagai uang hadiah yang bebas pakai

Banyak orang menganggap uang THR sebagai uang hadiah yang bebas digunakan untuk apa saja tanpa perlu banyak pertimbangan. Karena merasa itu bukan bagian dari gaji bulanan yang biasa dipakai untuk kebutuhan rutin, sebagian orang cenderung menggunakannya dengan lebih santai dan tidak terlalu memikirkan perencanaan. Pola pikir seperti ini sering membuat seseorang merasa tidak perlu membuat anggaran khusus untuk mengatur penggunaannya. Padahal, jika dipikirkan lebih jauh, THR tetaplah bagian dari penghasilan yang seharusnya dikelola dengan bijak seperti sumber uang lainnya. Tanpa pengaturan yang sederhana sekalipun, berbagai pengeluaran kecil bisa dengan cepat menggerus jumlah uang yang dimiliki tanpa terasa. Akibatnya, setelah Lebaran selesai, banyak orang baru menyadari bahwa uang yang seharusnya bisa dimanfaatkan lebih lama ternyata sudah habis lebih cepat dari perkiraan.

2. Telalu mudah tergoda promo dan diskon yang sebenarnya gak kamu perlukan

Selama Ramadan hingga menjelang Lebaran, berbagai promo dan diskon muncul hampir di setiap tempat yang dikunjungi. Mulai dari toko online, pusat perbelanjaan, hingga berbagai iklan yang terus bermunculan di media sosial dan aplikasi belanja. Situasi ini sering membuat seseorang merasa sayang jika melewatkan kesempatan membeli barang dengan harga yang terlihat lebih murah. Tanpa disadari, kebiasaan membeli barang hanya karena diskon dapat membuat pengeluaran menjadi tidak terkendali. Barang yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan tetap dibeli karena terlihat menarik atau dianggap kesempatan langka. Jika kebiasaan ini terjadi berulang kali, uang THR yang awalnya terasa cukup besar bisa habis hanya karena keputusan belanja yang dilakukan secara spontan.

3. Menghabiskan THR untuk kebutuhan Lebaran tanpa membuat budget

Banyak orang menggunakan uang THR untuk memenuhi berbagai kebutuhan Lebaran dalam satu waktu tanpa membuat batasan yang jelas. Mulai dari membeli baju baru, menyiapkan berbagai hidangan khas, hingga membeli perlengkapan tambahan untuk membuat rumah terasa lebih meriah. Semua pengeluaran tersebut terasa penting karena ingin menyambut hari raya dengan suasana yang menyenangkan. Meskipun hal ini terlihat wajar dan sering dilakukan setiap tahun, menghabiskan seluruh THR untuk kebutuhan tersebut bisa membuat kondisi keuangan menjadi tidak seimbang. Ketika semua dana digunakan sekaligus, tidak ada lagi sisa yang bisa digunakan untuk kebutuhan setelah Lebaran selesai. Akibatnya, seseorang harus kembali menyesuaikan pengeluaran dengan lebih ketat di bulan berikutnya karena dana cadangan sudah tidak tersedia.

4. Terlalu royal saat berbagi dengan orang lain tanpa peduli kemampuan finansial

Tradisi berbagi saat Lebaran memang menjadi salah satu hal yang membuat suasana hari raya terasa lebih hangat. Memberikan uang kepada keponakan, keluarga, atau orang terdekat sering dianggap sebagai bentuk kebahagiaan dan rasa syukur yang ingin dibagikan bersama. Tidak sedikit orang yang merasa senang ketika bisa memberikan sesuatu kepada orang lain di momen tersebut. Namun, jika dilakukan tanpa mempertimbangkan kemampuan keuangan, kebiasaan ini bisa membuat pengeluaran menjadi jauh lebih besar dari yang direncanakan. Terkadang seseorang memberi lebih banyak dari yang seharusnya hanya karena tidak enak hati atau ingin terlihat dermawan di depan orang lain. Akibatnya, uang THR yang awalnya cukup untuk berbagai kebutuhan justru cepat berkurang tanpa terasa.

5. Tidak menyisihkan THR untuk kebutuhan setelah Lebaran

Salah satu kesalahan yang cukup sering terjadi adalah tidak menyisihkan sebagian uang THR untuk kebutuhan setelah Lebaran. Banyak orang terlalu fokus pada pengeluaran jangka pendek yang berkaitan dengan persiapan hari raya sehingga lupa memikirkan kebutuhan yang akan datang. Padahal, setelah suasana Lebaran selesai, aktivitas sehari-hari akan kembali berjalan seperti biasa. Tanpa adanya sisa dana yang disimpan, kondisi keuangan bisa terasa lebih sempit di bulan berikutnya karena tidak ada cadangan yang bisa digunakan. Beberapa orang bahkan harus menunda rencana lain atau mengurangi pengeluaran penting karena dana sudah terlanjur habis sebelumnya. Menyisihkan sebagian kecil saja dari THR sebenarnya bisa membantu menjaga kondisi keuangan tetap stabil setelah Lebaran.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....