Injeksi Dana Pemerintah Perlu Kesiapan Perbankan

  • 13 Okt 2025 00:54 WIB
  •  Jember

KBRN, Jember: Dosen Ahli Manajemen Keuangan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember, Hadi Paramu, S.E., MBA., Ph.D., menilai kebijakan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merupakan langkah proaktif untuk menggerakkan ekonomi. Namun  injeksi dana yang dilakukan melalui Himpunan Bank-Bank Milik Negara (Himbara) implementasinya harus diimbangi kesiapan perbankan dan kajian kelayakan proyek.

“Langkah Menteri Keuangan sangat penting karena memanfaatkan idle capacity, khususnya idle cash, agar ekonomi lebih produktif. Tapi setelah dana digelontorkan, tugas berat ada pada perbankan untuk menyalurkan secara tepat sasaran,” ujarnya Hadi Minggu (12/10/2025).

Hadi mengingatkan, dana yang disalurkan bukan tanpa risiko  Ia menilai mekanisme insentif dan sanksi dari pemerintah penting untuk memastikan perbankan bekerja lebih proaktif dan bertanggung jawab.

 “Dana itu tidak gratis, ada biaya sekitar empat persen. Kalau tidak terserap atau disalahgunakan, biayanya tetap harus dibayar,” tegasnya.

Lebih lanjut, Hadi menjelaskan bahwa keberhasilan kebijakan ini tergantung pada kesiapan pelaku usaha. 

“Ekspansi butuh prospek pasar yang jelas. Dana segar tidak cukup jika tanpa kajian kelayakan yang matang,” tambahnya.

Ia menegaskan, injeksi dana Rp200 triliun berpotensi besar mendorong pertumbuhan ekonomi, namun efeknya bersifat jangka menengah hingga panjang. 

“Kebijakan ini patut diapresiasi, tetapi harus diikuti tata kelola yang baik, monitoring ketat, dan kolaborasi antara pemerintah, perbankan, dan sektor swasta agar tujuan transformasi ekonomi tercapai,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....