Tips Menabung bagi Sandwich Generation

  • 04 Mei 2025 15:33 WIB
  •  Jember

KBRN Jember: Menjadi bagian dari Sandwich Generation berarti memiliki tanggung jawab ekstra karena harus menanggung banyak pengeluaran dibandingkan mereka yang tidak berstatus sebagai generasi sandwich. Kondisi ini sering kali membuat seseorang merasa terhimpit secara finansial, terutama jika tidak memiliki strategi keuangan yang baik.Di tengah berbagai tuntutan ini, menabung bisa terasa seperti sesuatu yang sulit. Namun, dengan perencanaan yang tepat dan langkah-langkah cerdas, Mama tetap bisa menyisihkan dana untuk masa depan tanpa mengorbankan kebutuhan keluarga.

Sandwich generation bisa menurun ke anak jika orangtua tidak melakukan perencanaan keuangan yang baik

Tahun 2045 digadang-gadang akan menjadi Indonesia Emas. Namun, di sisi lain, di tahun tersebut juga kemungkinan akan terjadi peledakan angka sandwich generation jika tidak segera diatasi. Jika keuangan tidak dikelola secara baik dan tidak mempersiapkan keuangan untuk masa depan, maka berpotensi menciptakan generasi sandwich berikutnya. Anak pun harus menanggung beban menjadi sandwich generation. “Berdasarkan data, 2045 akan terjadi peledakan angka sandwich generation. Yang artinya, Mama Papa yang masih memiliki anak masih kecil, bisa jadi di tahun 2045 nanti anak akan menanggung hidup orangtua kalau kita sebagai orangtua tidak segera melakukan perencanaan dengan baik dan tidak mempersiapkan keuangan ke depannya,” kata Rista Zwestika, CFP, WMI

Lakukan pengaturan keuangan sejak dini agar bisa ditularkan ke anak-anak

Konsep yang bisa dilakukan sebagai orangtua adalah mulai membangun kebiasaan finansial sehat sejak dini. Dengan memiliki perencanaan keuangan yang baik, seperti menyisihkan dana darurat, menabung, dan berinvestasi, orangtua dapat mengurangi risiko menjadi beban finansial bagi anak di masa depan. Selain itu, dengan mengelola keuangan secara bijak, orangtua juga dapat memberikan contoh nyata tentang pentingnya disiplin dalam mengatur keuangan. Kebiasaan baik ini nantinya dapat ditularkan ke anak-anak. “Konsep yang bisa dilakukan sebagai orangtua adalah.. Yuk mulai dulu mengatur keuangan, sehingga kebiasaan yang dilakukan ini dapat menular ke anak-anak,” ungkap Rista Zwestika. Saat anak melihat orangtuanya terbiasa menabung, hidup hemat, dan memiliki perencanaan jangka panjang, mereka akan lebih mudah memahami pentingnya pengelolaan uang yang baik.

Gen Z yang menjadi bagian dari sandwich generation bisa menabung menggunakan persentase

Bagi Gen Z yang kini berstatus sebagai sandwich generation, hal pertama yang bisa dilakukan adalah melakukan perencanaan keuangan berdasarkan skala prioritas. Cara sederhananya, bisa menggunakan persentase sesuai kebutuhan. “Boleh menggunakan persentase 50, 30, 20 tapi balik lagi disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Di mana 50 persen untuk kebutuhan, 30 untuk saving atau investasi, 20 untuk menikmati kehidupan ini,” ujar Rista Zwestika. Sistem menabung dengan persentase 50/30/20 adalah metode pengelolaan keuangan yang membantu membagi penghasilan secara efektif ke dalam tiga kategori utama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....