OJK Pilih Banyuwangi Lokasi Pertama Kick Off Bulan Literasi Keuangan Nasional untuk Pelajar
- 02 Mei 2025 19:54 WIB
- Jember
KBRN, Banyuwangi: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember resmi meluncurkan Bulan Literasi Keuangan Nasional bagi pelajar, di Banyuwangi, Selasa (2/5/2025). Peluncuran Bulan Literasi Keuangan Nasional bagi pelajar yang dipusatkan di SDN Kepatihan, merupakan kerja sama OJK dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi dan Bank Jatim, Jumat (2/5/2025).
Kepala OJK Jember, Muhammad Mufid, menyampaikan pemilihan Banyuwangi sebagai lokasi pertama peluncuran program ini memiliki arti penting. Dalam program ini, para siswa sekolah di Kabupaten Banyuwangi akan mendapatkan pengenalan mendalam mengenai literasi keuangan.
“Kick off dari Banyuwangi ini menjadi yang pertama kali, untuk selanjutnya ke daerah lainnya se-Indonesia,” ungkap Muhammad Mufid, Jum'at (2/5/2025).
Sebagai langkah awal, sebanyak seribu siswa secara simbolis dibukakan rekening perbankan oleh Bank Jatim, memberikan modal awal bagi mereka untuk mulai menabung. Muhammad Mufid menekankan pentingnya menanamkan pemahaman literasi keuangan kepada anak sekolah sejak usia dini, salah satunya melalui kebiasaan menyisihkan uang jajan untuk ditabung.
“Dengan literasi keuangan, kami berupaya agar tabungan pelajar ini berkelanjutan, bagaimana agar pelajar bisa konsisten menabung dan menggunakan uangnya dengan tepat. Untuk itu kami juga akan bangun ekosistemnya, gurunya dan juga orang tuanya juga akan mendapat support literasi keuangan,” Ujar Mufid.
Program literasi keuangan ini tidak berhenti pada pembukaan rekening saja. Nantinya, para pelajar akan mendapatkan pendampingan dan workshop secara berkelanjutan untuk memperdalam pemahaman mereka tentang pengelolaan keuangan.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengapresiasi program literasi keuangan yang dilakukan oleh OJK Jember.Menurutnya, edukasi literasi keuangan sejak dini merupakan bekal yang sangat penting bagi masa depan generasi muda Banyuwangi.
“Literasi keuangan menjadi bagian pendidikan yang penting untuk bekal masa depan anak. Kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata pentingnya kolaborasi dan keterlibatan banyak pihak dalam dunia pendidikan termasuk lembaga keuangan dan perbankan,” kata Bupati Ipuk.
Ipuk menambahkan pemahaman literasi keuangan sejak dini akan membantu para pelajar untuk mengelola keuangan dengan lebih bijak. Hal ini tidak hanya membentuk kebiasaan menabung, tetapi juga dapat menghindarkan mereka dari perilaku konsumtif yang berlebihan serta pengelolaan keuangan yang kurang tepat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....