ILO dan OJK Dampingi Penguatan Ekosistem Kopi Bondowoso
- 30 Sep 2026 16:25 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Bondowoso – Pemerintah Kabupaten Bondowoso bersama International Labour Organization (ILO) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai memperkuat pengembangan ekosistem perkopian dari hulu hingga hilir melalui redesain kebijakan strategis. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus menghidupkan kembali program Bondowoso Republik Kopi (BRK) Reborn.
Hal itu disampaikan Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid usai mengikuti rapat koordinasi antara ILO, OJK dan Pemkab Bondowoso, Rabu, 30 September 2026. Menurutnya, pengembangan sektor kopi menjadi salah satu komitmen OJK dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
"Jadi program ini sebetulnya bermula dari komitmen OJK untuk mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi, khususnya dalam produk unggulan kita yaitu kopi," kata Abdul Hamid Wahid.
Ia menjelaskan, komitmen tersebut sebelumnya telah disampaikan Pemkab Bondowoso melalui program Bondowoso Republik Kopi Reborn. OJK kemudian menyatakan dukungan dan berkomitmen menjembatani program tersebut dengan berbagai pihak terkait.
Saat ini, Pemkab Bondowoso mulai menyiapkan desain maupun redesain kebijakan strategis untuk memperkuat ekosistem perkopian. Penguatan tersebut diarahkan agar pengembangan kopi tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi terintegrasi mulai dari sektor hulu hingga hilir.
"Kita akan mulai melakukan dengan kondisi yang ada, kita sediakan desain atau redesain kebijakan-kebijakan strategis kita untuk pengembangan ekosistem perkopian di Bondowoso," ujarnya.
Dalam proses tersebut, OJK juga mengajak ILO untuk terlibat dalam pendampingan. Bondowoso kemudian terpilih sebagai salah satu daerah yang mendapatkan pendampingan program ILO fase ketiga, setelah sebelumnya terdapat tiga daerah yang menjadi kandidat.
Abdul Hamid mengatakan, pendampingan tersebut diharapkan mampu mempercepat revitalisasi sektor perkopian Bondowoso secara lebih terintegrasi. Pemkab juga menyatakan kesiapan memberikan dukungan kebijakan serta melibatkan berbagai pihak dalam pengembangan ekosistem kopi.
"Kita bersyukur dan merasa optimis bahwa insyaallah akselerasi perkembangan revitalisasi perkopian yang terintegrasi ekosistemnya mulai dari hulu ke hilir akan dapat tertata dengan baik," tuturnya.
Selain pengembangan ekosistem kopi, Abdul Hamid juga menyinggung keberlanjutan PT. Bondowoso Gemilang (Bogem) yang saat ini masih dalam tahap evaluasi. Pemkab Bondowoso bersama manajemen, perusahaan daerah milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur, tengah melakukan evaluasi terhadap keberadaan dan kelanjutan Bogem.
Menurutnya, evaluasi tersebut dilakukan setelah sebelumnya terjadi penghentian atau cut off dalam pengelolaannya serta telah diterbitkan legal opinion dari Kejaksaan. Pemkab masih membuka kemungkinan untuk melanjutkan program tersebut apabila hasil evaluasi menunjukkan kondisi yang memadai.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....