MBG Kembali Aktif, Harga Buah dan Sayuran Merangkak Naik

  • 16 Jul 2026 18:19 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Bondowoso – Harga sejumlah komoditas pangan di Kabupaten Bondowoso mulai merangkak naik setelah sempat mengalami penurunan tajam selama masa libur sekolah.

Kenaikan ini diduga dipicu oleh kembali beroperasinya program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang meningkatkan permintaan bahan pangan dari dapur Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG).

Hariyanto, petani sekaligus pemasok semangka dan melon bermerek Rian Semangka Balap asal Desa Grujugan Lor, Kecamatan Jambesari Darus Sholah, mengatakan harga semangka di tingkat pedagang sempat anjlok hingga Rp4.000 per kilogram ketika program MBG berhenti sementara selama liburan sekolah.

Akibat lesunya permintaan, para pedagang terpaksa menjual semangka berukuran besar secara eceran dengan harga Rp10.000 hingga Rp20.000 per buah agar tidak membusuk.

"Karena kemarin tidak laku, daripada busuk, lebih baik dijual selakunya," ujar Rian, Kamis (16/7/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut mulai berubah sejak Minggu (12/7/2026) ketika program MBG kembali berjalan. Harga semangka pun melonjak menjadi Rp9.000 per kilogram.

Rian mengaku rutin memasok semangka ke sejumlah dapur SPPG di wilayah Bondowoso dan Jember. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, ia membeli hasil panen dari mitra petani di kawasan Tapal Kuda.

"Semuanya saya beli langsung dari mitra petani," katanya.

Tak hanya buah, kenaikan harga juga terjadi pada berbagai komoditas sayuran. Berdasarkan informasi yang diterima Rian dari sesama pemasok, harga kacang panjang naik dari Rp1.500 menjadi Rp5.000 per kilogram. Sementara sawi hidroponik melonjak dari Rp15.000 menjadi Rp40.000 per kilogram.

Kenaikan harga juga dirasakan pedagang eceran. Sus, pemilik warung di lingkungan Pemkab Bondowoso, mengatakan harga sejumlah sayuran terus mengalami penyesuaian dalam beberapa hari terakhir.

"Harga wortel sekarang Rp14.000 per kilogram, kubis Rp10.000 per kilogram, biasanya Rp8.000. Jagung yang biasanya tiga bungkus Rp10 ribu, sekarang satu bungkus Rp4.000," ujarnya.

Lonjakan harga turut terjadi pada komoditas daging ayam potong. Lilis, pedagang ayam di Desa Sumbersalam, menyebut harga daging ayam kini mencapai Rp31.000 per kilogram, naik dibanding saat libur sekolah yang hanya sekitar Rp24.000 per kilogram.

Menurutnya, meningkatnya permintaan dari dapur MBG membuat harga ayam hidup di tingkat peternak ikut terkerek.

"Biasanya ayam hidup di kandang harganya Rp19.000, sekarang malah naik jadi Rp21.000 sampai Rp22.000 per kilogram," keluhnya.

Para pelaku usaha berharap kenaikan harga tetap berada pada tingkat yang wajar sehingga mampu menguntungkan petani dan peternak tanpa terlalu membebani daya beli masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....