Tinggalkan Zona Nyaman BUMN, Agung Rokhmatullah Sukses Rintis Bisnis Kreatif
- 15 Jul 2026 02:52 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - Stabilitas karier sebagai karyawan BUMN bagi sebagian orang adalah sebuah pencapaian puncak. Namun, bagi Agung Rokhmatullah, pendiri Caraka Project, rutinitas kerja di perusahaan besar justru perlahan mematikan gairah kreativitasnya. Pilihan untuk keluar dari zona nyaman menjadi titik balik yang membawa Agung terjun ke dunia kewirausahaan.
Dalam program Muda Kreatif Bejaringan se-Jawa Timur yang mengudara di Pro 2 RRI Jember pada 1 Juli 2026, Agung berbagi kisah mengenai pergulatan batin saat ia harus menanggalkan pekerjaan kantoran demi mengejar impian di industri kreatif. Keputusannya kala itu tidak berjalan mulus, mengingat ia harus menghadapi ekspektasi keluarga yang sempat meragukan langkahnya menjadi seorang pengusaha.
Agung secara terbuka mengakui bahwa ia sempat mengalami kebuntuan dalam karier sebelumnya. "Saya merasa tidak bisa berkembang di sana," ujarnya saat menjelaskan alasan di balik keputusan berani meninggalkan rutinitas kantoran yang monoton.
Keberanian Agung untuk keluar dari zona nyaman tidak hanya membuahkan sukses di bidang wedding organizer. Saat ini, ia telah merambah ke berbagai lini usaha yang lebih luas, termasuk industri kuliner seperti bisnis Sate Taichan, hingga sektor fashion yang menyasar kebutuhan jubah pria. Baginya, kemampuan untuk membaca pasar dan diversifikasi usaha adalah kunci bertahan di tengah dinamika ekonomi.
Dalam menjalankan gurita bisnisnya, Agung tetap mengedepankan kepekaan komunikasi. Saat menangani klien di wedding organizer, misalnya, ia sering kali menjadi penengah antara pasangan muda yang mendambakan intimate wedding dan orang tua yang menginginkan resepsi formal berskala besar.
Untuk mengatasi hal tersebut, ia tidak memposisikan diri sebagai pihak yang mendikte, melainkan sebagai jembatan komunikasi. "Saya selalu menyarankan klien untuk menyelaraskan konsep acara dengan orang tua terlebih dahulu," ungkapnya menegaskan pentingnya negosiasi sebelum masuk ke tahapan eksekusi teknis.
Bagi Agung, profesionalisme dalam bisnis jasa bukanlah soal siapa yang paling dominan, melainkan bagaimana sebuah komunikasi yang santun dan terstruktur dapat menjadi solusi atas perbedaan pendapat. Prinsip inilah yang ia terapkan secara konsisten di seluruh unit bisnisnya. Meski memimpin tim yang didominasi oleh anak muda yang dinamis, Agung tetap menegaskan pentingnya standar operasional yang ketat.
Ia meyakini bahwa kepuasan klien adalah instrumen pemasaran yang paling jujur. Baginya, rekomendasi yang lahir dari kepuasan klien, baik itu dalam layanan pernikahan, kuliner, maupun fashion yang jauh lebih berharga daripada strategi promosi digital yang hanya mengandalkan janji manis. Esensi pelayanan yang profesional, menurutnya, tidak boleh luntur hanya karena perbedaan usia atau gaya hidup di dalam tim.
Di akhir perbincangan, Agung memberikan pesan lugas bagi generasi muda yang masih tertahan oleh rasa takut gagal atau ragu memulai bisnis. Ia menegaskan bahwa setiap ide hanya akan menjadi imajinasi jika tidak segera diikuti dengan eksekusi nyata.
"Jangan takut untuk memulai dari hal kecil. Semua usaha tidak langsung sukses di awal, yang terpenting adalah berani mencoba dan tidak cepat menyerah," pungkasnya.
Melalui perpaduan antara riset pasar yang cermat, kemampuan beradaptasi, dan keberanian memodifikasi tren, Agung Rokhmatullah membuktikan bahwa siapa pun mampu bertahan serta memberikan warna baru di tengah ketatnya persaingan dunia profesional saat ini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....