Ekspor Banyuwangi 2025 Tembus Rp3,9 Triliun

  • 14 Jan 2026 18:55 WIB
  •  Jember

RRI.co.id, Banyuwangi - Nilai ekspor beberapa produk Banyuwangi sepanjang 2025 tercatat menembus 232 juta dolar AS atau setara Rp3,9 triliun. Capaian ini meningkat signifikan dibandingkan tahun 2024 yang mencatatkan nilai ekspor sebesar 196 juta dolar AS atau sekitar Rp3,3 triliun, atau mengalami kenaikan sebesar 18,33 persen.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Kabupaten Banyuwangi, Nanin Oktaviantie, mengatakan produk-produk asal Banyuwangi kini telah menembus pasar global di berbagai belahan dunia. Menurut Nanin, komoditas ekspor Banyuwangi sangat beragam dan mencakup 27 produk unggulan, yang diantaranya ikan hias, batu apung, koral, ikan kaleng, olahan rempah, produk pertanian, kerajinan, hingga buah segar.

“Seperti tahun-tahun sebelumnya, total ada 80 negara tujuan ekspor dari Banyuwangi. Pasarnya tersebar di Asia, Afrika, Eropa, Amerika, hingga Australia,” kata Nanin, Rabu (14/1/2026).

Ia menjelaskan, komoditas dengan nilai ekspor terbesar masih didominasi sektor perikanan, khususnya ikan kaleng. Salah satu eksportir utamanya adalah Pacific Harvest, perusahaan pengolahan ikan yang beroperasi di Kecamatan Muncar, Banyuwangi.

“Pengiriman dilakukan berbasis kontrak dengan negara tujuan. Sekali pengiriman bisa mencapai puluhan ton, bahkan dalam kondisi tertentu bisa hingga 40 kontainer per hari,” tutur Nanin.

Pemkab Banyuwangi terus mendorong peningkatan volume dan nilai ekspor dengan memperkuat ekosistem industri, memperluas akses pasar, serta meningkatkan daya saing produk lokal.

“Upaya ini sekaligus membuka peluang investasi bagi perusahaan besar maupun menengah untuk menanamkan modal di Banyuwangi, seiring dengan ketersediaan bahan baku, infrastruktur pendukung, dan iklim usaha yang semakin kondusif,” ujar Nanin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....