Kelompok Tani Sejahtera Kayumas Sukses Kembangkan Lahan Kopi
- 26 Nov 2025 12:16 WIB
- Jember
KBRN,Jember: Kelompok Tani Sejahtera di Kabupaten Situbondo terus menunjukkan perkembangan signifikan dalam budidaya dan industri kopi sejak memulai kegiatan pada tahun 2008 dengan produk kopinya yaitu Kayumas Coffee Java Ijen Raung.
Didik Suryadi Owner Kopi Kayumas dan juga perwakilan Kelompok Tani Sejahtera mengungkapkan bahwa perjalanan kelompok ini dimulai dari penguatan kelembagaan, budidaya kopi, hingga industri pengolahan pascapanen.
Menurut Didik awal mula kegiatan kelompok berfokus pada pembudidayaan kopi secara mandiri, sebelum akhirnya melakukan pengembangan industri pada 2009 melalui pendirian unit pengolahan bidai kopi.
“Dari tahun 2008 sampai sekarang ini, luas lahan yang kami kelola berkembang pesat, dari hanya 1 hektare sekarang sudah menjadi 1.800 hektare,” ujar Didik Selasa (25/11/2025).
Pertumbuhan tersebut tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Surya menjelaskan, pemerintah mulai dari tingkat kabupaten hingga kementerian dan BUMN turut terlibat dalam penguatan aspek keberlanjutan (sustainability). Sistem perkopian di Kayumas kini sudah tertata dengan baik, termasuk dalam hal pemasaran.
“Bagaimana kita memulai dari sisi hulu ke hilir dengan memperhatikan keberlanjutannya. Banyak orang melihat kopi hanya dari euforianya, padahal kami ingin mengedukasi bahwa apa yang kami ambil dari alam harus kami kembalikan. Tidak hanya komersial, tapi juga zero waste. Limbah kopi bisa menjadi briket, aromaterapi, dan berbagai produk bernilai tambah lainnya,” jelasnya.
Produk kopi yang dimilikinya saat ini sudah memiliki pangsa pasarnya sendiri.
“Sekarang untuk pasar, kami tidak lagi mencari. Justru pasar yang datang sendiri. Tinggal bagaimana kami meningkatkan nilai tambah produk,” tambahnya.
Petani diberi kebebasan menentukan bentuk produk yang ingin mereka hasilkan, mulai dari kopi gelondong, asalan basah, asalan kering, green bean, hingga kopi kemasan siap jual.
Surya menegaskan bahwa peningkatan keterampilan (upskilling) petani menjadi kunci dalam pengembangan mutu produk kopi. Dengan kemampuan yang semakin baik dan peluang pasar yang semakin terbuka, petani dapat mengembangkan usahanya secara lebih mandiri.
“Sampai saat ini di Kayumas tidak ada kopi yang tidak laku. Justru permintaan yang tinggi membuat kopi di sini selalu kurang,” tuturnya sumringah.
Keberhasilan Kelompok Tani Sejahtera menjadi bukti bahwa pengelolaan terencana, penguatan organisasi, dan dukungan lintas pihak mampu mendorong kesejahteraan petani serta perekonomian desa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....