Faktor Cuaca, Kualitas Tembakau Menurun

  • 22 Okt 2025 19:22 WIB
  •  Jember

KBRN, Bondowoso :Musim tanam 2025 menjadi masa sulit bagi petani tembakau Bondowoso. Meski hasil panen melimpah, pembeli dari industri rokok enggan menyerap seluruh produksi karena kualitas daun tembakau menurun akibat cuaca yang tak menentu sepanjang tahun.

Ketua Komisi II DPRD Bondowoso, Tohari, mengungkapkan bahwa anjloknya kualitas tembakau menjadi faktor utama rendahnya serapan oleh pabrikan. “Saya memahami, pertembakauan hari ini itu dipengaruhi beberapa faktor. Di antaranya faktor musim yang sangat berpengaruh pada kualitas,” ujarnya, Rabu (22/10/2025).

Menurutnya, kondisi ini membuat pabrikan membeli hasil panen hanya sebagian, sehingga banyak tembakau petani tidak terserap. “Ini yang jadi kegundahan petani. Hasil produksi mereka tidak bisa diserap maksimal,” kata Tohari.

Menanggapi keluhan petani, pihaknya berjanji akan segera berkoordinasi dengan pelaku industri rokok agar dapat menampung hasil panen tahun ini. “Insya Allah, dalam waktu tidak begitu lama akan kami koordinasikan apa yang menjadi keinginan petani,” tegasnya.

Sementara, Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) mencatat, ada 20 pabrik rokok di Bondowoso, sebagian sudah beroperasi, dan sisanya masih dalam tahap pembangunan atau pengurusan izin. Selain itu, sejumlah gudang penyimpanan atau belandang juga berperan menampung tembakau sebelum dijual ke pabrikan besar.

“Karena hasil panen tembakau 2025 itu tidak langsung dibuat rokok. Bahan baku itu baru dimanfaatkan tiga sampai lima tahun ke depan,” jelas Tohari.

Untuk mengatasi masalah kualitas, ia mendorong organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar terus melakukan pendampingan bagi petani, mulai dari pembibitan hingga pengolahan pascapanen. “Pembinaannya sebenarnya sejak penangkar benih. Pemilihan benih yang betul-betul berkualitas harus direncanakan sejak awal,” tambahnya.

Tohari menegaskan, mutu daun tembakau ditentukan oleh tiga faktor utama: bibit, budidaya, dan cuaca. Dengan pendampingan teknis yang berkelanjutan, ia berharap kualitas tembakau Bondowoso bisa kembali meningkat dan menarik minat pabrikan membeli dengan harga layak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....