Forum Shrimp Fair Banyuwangi Bahas Ekspor Udang Nasional
- 14 Okt 2025 20:31 WIB
- Jember
KBRN, Banyuwangi: Ratusan pelaku industri udang dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul di Banyuwangi dalam Forum Shrimp Fair 2025 yang digelar selama tiga hari, 14–16 Oktober 2025. Pertemuan ini membahas dinamika ekspor udang nasional, terutama ke pasar Amerika Serikat.
Forum yang diinisiasi Shrimp Club Indonesia (SCI) ini dihadiri pengusaha, pembudidaya, hingga penyedia sarana tambak udang dari Sumatera, Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara Barat (NTB).
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, Banyuwangi merupakan salah satu daerah penghasil udang terbesar di Indonesia, sehingga forum ini menjadi wadah penting untuk memperkuat jejaring pelaku usaha.
“Ini jadi momentum bagi kita semua untuk duduk bersama, saling menguatkan, sehingga ketika ada masalah bisa diselesaikan secara kolektif. Semoga melalui forum ini persoalan ekspor udang ke AS bisa terselesaikan,” kata Bupati Ipuk, Selasa (14/10/2025).
Salah satu topik utama yang dibahas dalam forum tersebut adalah peluang pasar dan solusi atas kebijakan pengetatan impor udang oleh otoritas Amerika Serikat (AS), menyusul temuan paparan radioaktif Cesium-137 (Cs-137) di salah satu Unit Pengolahan Ikan (UPI) di kawasan industri Cikande, Serang. Temuan ini sempat berdampak terhadap ekspor udang dari Indonesia ke AS.
“Secara teknis, temuan itu tidak berada di lokasi budidaya. Hanya ada di UPI, dan itu pun hanya di satu lokasi, yakni Cikande, Tangerang. Di luar wilayah itu tidak ada masalah,” jelas Kepala Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau Jepara, Supito.
Supito, memastikan bahwa produk udang dari UPI di luar Cikande aman dari paparan zat berbahaya. Untuk mengatasi hal tersebut, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Kementerian Koordinator Bidang Pangan telah menerapkan standar operasional prosedur (SOP) penerbitan sertifikat bebas radioaktif yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapetan) agar ekspor udang dapat kembali berjalan normal.
“Peluang ekspor ke Amerika Serikat masih terbuka lebar, karena hanya satu lokasi saja yang masuk red list (UPI Cikande). Daerah lain tetap bisa ekspor, asalkan melengkapi sertifikat bebas radioaktif dari Bapetan,” Kata Supito.
Sementara itu, Dewan Penasehat Shrimp Club Indonesia Banyuwangi, Hardi Pitoyo, berharap forum ini mampu melahirkan inovasi dan gagasan baru untuk memperkuat industri udang nasional. Selain seminar, kegiatan ini juga diisi dengan pameran teknologi, peralatan, dan produk budidaya tambak udang dari berbagai daerah.
“Dinamika usaha memang seperti ini. Kita harus bisa mengikuti, mengantisipasi, dan mencari solusi terbaik,” ujar Pitoyo.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....