Sarden Banyuwangi Tembus Pasar Afrika

  • 01 Mei 2025 12:16 WIB
  •  Jember

KBRN, Banyuwangi: PT Pasifik Harvest Indonesia (PHI), perusahaan pengolahan hasil laut yang berpusat di Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, melakukan ekspor perdana produk unggulannya, sarden kaleng, ke pasar Benua Afrika. Langkah strategis ini merupakan upaya PT PHI untuk memperluas cakupan pasarnya ke wilayah non-tradisional yang dinilai memiliki potensi besar.

Menurut Direktur PT PHI, Sherly Indrawati Aminoto, pasar sarden kaleng di Afrika menawarkan peluang yang sangat menjanjikan. Dengan kapasitas produksi yang mumpuni, perusahaan menargetkan mampu mengekspor hingga 200 kontainer per bulan, yang setara dengan nilai transaksi sekitar Rp200 miliar, mengingat nilai rata-rata per kontainer mencapai Rp. 1 miliar.

“Target kami menjadi eksportir sarden kaleng terbesar di dunia. Untuk mencapai visi ini, kami akan terus melakukan berbagai terobosan strategis dalam rangka meningkatkan ekspansi pasar global, dengan target volume ekspor tahunan mencapai 6.000 kontainer,” ungkap Sherly, Rabu (30/4/2025).

Dalam pengiriman perdana ini, PT PHI mengirimkan masing-masing dua kontainer sarden kaleng berkualitas tinggi ke Mozambique dan Kongo, dengan nilai total ekspor mencapai 157 ribu dollar AS atau setara dengan kurang lebih Rp2,7 miliar.

Acara pelepasan ekspor secara simbolis dilakukan di Banyuwangi dan dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Jawa Timur II, Agus Sudarmadi, serta Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani.

Dalam kesempatan tersebut, Agus Sudarmadi menyampaikan bahwa pemberian fasilitas Kawasan Berikat merupakan wujud nyata dukungan pemerintah dalam memacu daya saing industri ekspor nasional di kancah global.

“Dengan menyandang status Kawasan Berikat, perusahaan seperti PT Pasifik Harvest Indonesia mendapatkan keistimewaan berupa pembebasan bea masuk dan penundaan pembayaran pajak. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi biaya produksi dan memperkuat daya saing produk di pasar internasional,” jelas Agus.

Agus Sudarmadi mengapresiasi perkembangan Banyuwangi yang semakin menarik sebagai tujuan relokasi industri. Menurutnya, kemudahan proses perizinan dan dukungan aktif dari pemerintah daerah menjadi faktor kunci dalam menarik investasi dan mendorong pertumbuhan ekspor.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....