Mendekati Hari Raya, Pengusaha Kue Satru Banjir Orderan

  • 22 Mar 2025 19:00 WIB
  •  Jember

KBRN, Bondowoso : Mendekati Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah, pengusaha pembuatan kue Satru di Kecamatan Maesan, kebanjiran pesanan. Rumah produksi kue ini di Desa Maesan, Kecamatan Maesan, Bondowoso.

Menurut Heni Nurhidayati, pemilik usaha Kue Satru Khas Maesan, pihaknya hanya memproduksi jumlah banyak saat ramadan. Kalau hari-hari biasa, hanya memproduksi jika ada pesanan.

Kue Satrunya setiap hari selama ramadan ini tak dijajakan langsung. Melainkan, sudah ada reseller yang menjual ke berbagai kota. Sebut saja ke Jember, Situbondo, Surabaya, termasuk Bondowoso sekitarnya.

"Kalau ramadan ya produksi," ujarnya dikonfirmasi, Sabtu (22/3/2025).

Ia menjelaskan, pada ramadan kali ini pihaknya memproduksi 40 kilogram tepung, dengan hasil 50 kilogram lebih satru dalam sehari.

Adapun harga satu kilogram satru berbeda-beda. Untuk kue satru yang bentuk kerang per kilogram dijual dengan Rp 52 ribu. Kemudian, yang bentuk bulat harganya Rp 50 ribu. Hari ini saja pihaknya sudah kehabisan stok kue satru karena banyak pesanan.

"Karyawan keluarga saya sendiri," jelasnya.

Menurut Naina, resep pembuatan kue satrunya ini diturunkan oleh orang tuanya turun temurun sejak 1975.

Meski bahan-bahannya secara umum sama dengan pembuatan kue Satru lainnya. Seperti tepung kacang hijau, gula alami, vanili, dan susu.

"Yang berbeda itu takarannya. Itu rahasia resep keluarga," ujarnya.

Proses pembuatannya pun tak beda jauh dengan yang lain. Yakni diawali debgan mensangrai kacang hijau, yang kemudian diselep. Tepungnya ini diadoni dengan gula, susu, dan vanili.

"Baru kemudian dicetak, dan dioven pas," ujarnya.

Meski telah lama berdiri, kaya Naina, usahanya tak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah. Padahal, dirinya berharap mendapatkan dukungan bantuan peralatan. Sebut saja seperti oven, kompor, dan lainnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....