Petugas Membuat Ilaran Atasi Kebakaran Lantai Hutan Jati di TN Baluran

  • 30 Jun 2024 19:17 WIB
  •  Jember

KBRN, Situbondo: Kebakaran hutan terjadi di kawasan Taman Nasional Baluran, Situbondo. Kebakaran terjadi sejak beberapa minggu yang lalu seiring dengan masuknya musim kemarau.

Kepala Taman Nasional Baluran, Johan Setiawan mengaku, memasuki kemarau terjadi kebakaran hutan yang sifatnya kebakaran permukaan lantai hutan jati dan bisa diatasi dengan membentuk ilaran atau pembatas agar api tidak meluas.

"Sudah beberapa minggu ini terjadi kebakaran tapi sifatnya kebakaran permukaan di lantai hutan jati," ujar Johan Setiawan kepada RRI, Minggu (30/6/2024).

Johan mengaku, api selalu dimulai dari pinggir jalan. Ada kemungkinan faktor manusia. Untuk mengatasinya, pihaknya sudah mendirikan Posko untuk memperkuat pengamanan kawasan dalam rangka menyelamatkan hutan dari kebakaran.

"Kebakaran ini menjadi atensi kita dan kita sudah mendirikan posko sehingga tidak mengurangi kekuatan pengamanan kawasan. Begitu terjadi kebakaran, langsung diamankan," tegas Johan.

Dalam penanganan kebakaran, lanjut Johan, pihaknya memprioritaskan keselamatan petugas. Ketika bahan bakar sangat tebal, maka petugas akan mengambil jarak jauh, membuat sekat agak jaut lalu dibakar.

"Saat bahan bakar sangat tebal, kita ambil jarak kemudian kita bikin sekat agak jauh, kemudian kita bakar balik jadi mati," terangnya.

Posko induk untuk mengatasi kebakaran hutan berada di Bitakol, dengan melibatkan masyarakat Peduli Api. Karena masih awal, posko masih satu dan tidak menutup kemungkinan akan mendirikan posko lainnya.

"Iinduknya masih satu, karena ini kan masih di awal, kecenderungan pola sebelumnya, api di Baluran dimulai dari hutan jati. Nanti kalau sudah mengering kita akan konsentrasi di daerah sisi gunung. Makanya mitigasinya fokus di hutan jati dulu," ungkap Johan.

Terkait dengan wisata, jika tingkat kemaraunya sangat tinggi dan ancaman terjadinya kebakaran hutan cukup besar, maka pihak Taman Nasional Baluran akan melakukan penutupan sementara bagi pengunjung Taman Nasional Baluran.

"barangkali kita akan tutup untuk kunjungan, jika potensi kebakarannya cukup tinggi, sebab kami tidak ingin mengambil risiko seperti tahun kemarin," bebernya.

Johan mengimbau kepada masyarakat khususnya pengendara yang melintas di kawasan hutan Baluran Situbondo, untuk tidak membuang puntung rokok atau hak apapun yang memicu kebakaran.

"Mohon kerjasamanya untuk peduli kepada lingkungan, karena kebakaran ini tidak akan mungkin terjadi kalau tidak ada api. Dan api muncul karena faktor manusia yang sangat besar," bebernya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....