Satpolairud Dengarkan Kisah Nelayan di Tengah Cuaca Ekstrem
- 31 Jan 2025 18:56 WIB
- Jember
KBRN, Situbondo: Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polres Situbondo, mendengarkan dan menampung keluhan para nelayan di tengah cuaca ekstrem.
Para nelayan tidak bisa melaut karena cuaca ekstrem. Angin kencang menambah kekhawatiran nelayan untuk mencari ikan di tengah kerasnya ombak dan terpaan angin.
"Saat cuaca ekstrem seperti saat ini, rata-rata nelayan tidak melaut. Mereka menganggur sampai cuaca bersahabat," ujar Kasat Polairud Polres Situbondo, AKP Gede Sukarmadiyasa, Jumat (31/1/2025).
Kata Gede Sukarmadiyasa, saat musim angin dan gelombang tinggi, nelayan tradisional tidak melaut dan memilih menganggur. Ada juga yang banting setir menjadi tukang pijat dan kuli bangunan.
"Kalau gelombang tinggi, tidak ada nelayan yang melaiut. Mereka menganggur. Ya makanya cangkruk di sini," ujar Gede di Gasebo atau Ranggon pinggir pantai.
Karena lama tidak melaut, ada yang banting setir menjadi buruh tani, kuli bangunan, dan lainnya, hanya untuk menghidupi keluarganya selama cuaca tidak bersahabat.
Berdasarkan pantauan, puluhan perahu di Pelabuhan Kalbut parkir berbaris di sandaran batu dermaga karena tidak melaut. Semenjak cuaca ekstrem para nelayan memilih tidak melaut karena takut risiko yang lebih besar lagi.
"Jika dipaksakan melaut, maka risiko lebih besar yang akan diterima," ucapnya.
Gede Sukarmadiyasa menambahkan, personel Polres Situbondo diperintahkan untuk menjadi konselor para nelayan. Menjadi penyejuk hati para nelayan yang kehilangan pekerjaan sementara waktu.
"Kami menyarankan agar para nelayan bekerja apa saja yang penting halal. Misalkan jadi tukang cukur rambut, kerja sebagai kuli bangunan, dan lainnya," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....