Ancak Kemiren, Tradisi Maulid yang Ajarkan Warga Saling Berbagi

  • 25 Agt 2026 16:31 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID Banyuwangi – Ratusan warga Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, membawa ancak dan endog-endogan ke Masjid Nurul Huda untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Selasa, 25 Agustus 2026. Tradisi tersebut menjadi bagian dari perayaan Maulid sekaligus menjaga kebersamaan masyarakat Desa Adat Osing.

Sejak pagi, warga berjalan kaki menuju masjid sambil membawa ancak yang dibuat dari pelepah dan daun pisang. Di dalamnya terdapat nasi lengkap dengan berbagai lauk-pauk yang disiapkan keluarga masing-masing.

Warga juga membawa endog-endogan berupa telur rebus yang ditancapkan pada bilah bambu dan dihias dengan kertas warna-warni. Setelah tiba di masjid, ancak dan endog-endogan ditata sebelum rangkaian Maulid Nabi dimulai.

Pembacaan selawat dan barzanji kemudian mengisi rangkaian acara. Warga juga mengikuti tausiyah yang mengangkat keteladanan Nabi Muhammad SAW dan pentingnya menjaga hubungan baik dengan sesama.

Namun, ada hal yang membuat tradisi ancak di Kemiren berbeda dari sekadar makan bersama. Warga tidak diperbolehkan menyantap ancak yang mereka bawa sendiri.

Hidangan harus ditukar dengan ancak milik warga lain. Aturan tersebut menjadi cara masyarakat Kemiren menjaga semangat berbagi sekaligus mempererat hubungan antarwarga.

Salah seorang warga Kemiren, Mohammad Edy Saputro, mengatakan tradisi tersebut selalu mendapat antusiasme masyarakat. Menurutnya, Maulid Nabi menjadi semakin bermakna karena dirayakan bersama dengan tradisi yang telah diwariskan dari generasi sebelumnya.

“Masih bersyukur bisa mengikuti Maulid Nabi Muhammad dengan tradisi Ancakan dan Endog-Endogan. Masyarakat sekitar sini juga sangat antusias dan guyub berbondong-bondong di masjid,” ujar Edy, Selasa, 25 Agustus 2026.

Tradisi Ancak dan Endog-Endogan hingga kini masih dipertahankan masyarakat Kemiren sebagai bagian dari identitas budaya Osing. Selain menjadi bagian dari peringatan Maulid Nabi, tradisi tersebut menjadi ruang bagi warga untuk bertemu, berbagi makanan, dan menjaga keguyuban.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....