Tradisi Idul Adha di Lumajang, Kambing Dirias dan Diarak sebelum Dikurbankan
- 28 Mei 2026 14:43 WIB
- Jember
RRI.CO.ID.Jember- Di tengah suasana takbir yang menggema menyambut Hari Raya Idul Adha, warga Desa Labruk Kidul, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, menjaga sebuah tradisi unik yang sarat makna. Enam ekor kambing kurban tampak berbeda dari biasanya. Tubuh hewan-hewan itu dihiasi kostum warna-warni, lengkap dengan untaian bunga dan ornamen khas layaknya peserta karnaval desa.
Tradisi tersebut bukan sekadar arak-arakan biasa. Bagi masyarakat Labruk Kidul, menghias dan mengarak kambing kurban sebelum disembelih merupakan bentuk penghormatan terhadap hewan kurban sekaligus warisan budaya yang terus dijaga lintas generasi.
Warga berbondong-bondong mengiringi kambing-kambing itu berkeliling kampung sambil melantunkan takbir. Anak-anak hingga orang tua tampak antusias mengikuti prosesi yang berlangsung penuh kebersamaan dan kekeluargaan.
Salah seorang warga, Ribut Santoso, mengatakan tradisi ini telah lama hidup di lingkungan mereka. Dahulu, hewan kurban hanya diberi gantungan ketupat sebagai simbol penghormatan. Kini, tradisi tersebut dikemas lebih kreatif tanpa meninggalkan nilai-nilai lama yang diwariskan para leluhur.
“Tradisi ini ingin kami hidupkan kembali agar tidak hilang. Dulu sederhana, sekarang kami kemas lebih meriah supaya masyarakat, terutama generasi muda, ikut menjaga budaya desa,” ujarnya, Rabu (27/5/2026).
Meski tampil modern dengan kostum karnaval, sejumlah unsur tradisional tetap dipertahankan, seperti penggunaan kain putih, bunga, hingga “pecok bakal” atau sesaji simbolik yang terdiri dari kopi, beras, gula, pisang, bunga, dan kemenyan.
Menurut Ribut, selain menjadi bagian dari tradisi, arak-arakan juga dimaksudkan untuk menciptakan suasana yang lebih tenang bagi hewan kurban sebelum disembelih.
Tradisi ini pun menjadi ruang kebersamaan warga. Selain memperkuat nilai gotong royong, kegiatan tersebut turut mempererat hubungan sosial masyarakat desa menjelang pembagian daging kurban kepada warga.
Kearifan lokal seperti yang dilakukan masyarakat Labruk Kidul menunjukkan bahwa perayaan Idul Adha tidak hanya dimaknai sebagai ibadah kurban, tetapi juga momentum merawat tradisi, memperkuat persaudaraan, dan menjaga identitas budaya daerah agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman. (Kominfo-lmj/Ard)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....