Mogoknya Animator Disney, Perjuangkan Hak Pekerja Industri Animasi
- 09 Mei 2026 03:39 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember – Di balik gemerlap kesuksesan Snow White and the Seven Dwarfs dan popularitas Mickey Mouse, sejarah The Walt Disney Company ternyata pernah diwarnai konflik besar antara pendiri studio, Walt Disney, dan para animatornya. Salah satu peristiwa penting itu adalah aksi mogok kerja animator Disney pada tahun 1941, yang menjadi tonggak penting lahirnya serikat pekerja di industri animasi Hollywood.
Dilansir dari NPR, kisah ini kembali diangkat dalam buku The Disney Revolt: The Great Labor War of Animation’s Golden Age karya Jake Friedman. Buku tersebut mendokumentasikan upaya para animator Disney berjuang menuntut hak yang lebih adil di tengah masa keemasan animasi Amerika.
Pada awal berdirinya, studio Disney dikenal sebagai tempat kerja yang cukup ideal bagi para animator. Mereka menghasilkan berbagai film pendek animasi yang sukses besar dan memenangkan penghargaan. Puncaknya terjadi pada 1937 ketika Snow White and the Seven Dwarfs menjadi film dengan pendapatan tertinggi dalam sejarah Hollywood saat itu. Keberhasilan itu mengubah Disney dari studio kecil menjadi rumah produksi besar.
Namun, menurut laporan NPR, euforia itu tidak berlangsung lama. Banyak animator merasa hubungan mereka dengan Walt Disney mulai berubah setelah kesuksesan besar tersebut. Salah satu pemicu utama ketegangan adalah janji bonus dan pembagian keuntungan dari Snow White yang dinilai tidak terealisasi sesuai harapan. Dana keuntungan justru lebih banyak dialihkan untuk pembangunan studio baru Disney di Burbank, California.
Situasi itu membuat para animator mulai mempertimbangkan pembentukan serikat pekerja. Saat itu, hampir semua studio animasi besar seperti Warner Bros. Discovery dan Metro-Goldwyn-Mayer sudah memiliki serikat pekerja, sementara Disney menjadi salah satu yang terakhir menolak sistem tersebut.
Tokoh utama dalam gerakan serikat pekerja di Disney adalah Art Babbitt, animator senior yang dikenal sebagai kreator karakter Goofy. Menurut Friedman, langkah Babbitt mendukung serikat independen dianggap Walt Disney sebagai bentuk pengkhianatan, karena ia merasa kehilangan kontrol atas studionya.
Di saat yang sama, kondisi keuangan Disney sebenarnya sedang tidak baik. NPR mencatat bahwa pecahnya World War II membuat pasar Eropa yang menyumbang hampir setengah pendapatan studio menjadi tertutup. Ditambah lagi, film lanjutan seperti Pinocchio dan Fantasia tidak berhasil secara komersial. Sayangnya, kondisi ini tidak disampaikan secara terbuka kepada para animator.
Ketegangan memuncak pada 27 Mei 1941 ketika Walt Disney memecat Art Babbitt. Sehari setelahnya, para animator memulai aksi mogok kerja di depan studio Disney. Uniknya, aksi protes ini diwarnai kreativitas para animator dengan poster bergambar karakter Disney seperti Pluto dan Goofy yang menyindir manajemen studio.
Aksi mogok berlangsung selama lima minggu dan bahkan menarik perhatian pemerintah Amerika Serikat. Presiden Franklin D. Roosevelt sampai menunjuk mediator federal untuk membantu menyelesaikan konflik tersebut.
Akhirnya, mogok kerja berakhir dengan kemenangan para animator. Mereka berhasil membentuk serikat pekerja dan bergabung dengan Screen Cartoonists Guild. Peristiwa ini menjadi salah satu fondasi penting dalam sejarah perlindungan hak pekerja di industri animasi Hollywood.
Menurut Friedman, keberhasilan mogok kerja Disney memberi dampak panjang bagi industri hiburan Amerika. Banyak hak pekerja animasi yang dinikmati saat ini merupakan hasil perjuangan para animator Disney pada 1941. Konflik ini juga memperkuat posisi Hollywood sebagai salah satu pusat industri hiburan yang kuat dengan tradisi serikat pekerja yang solid.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....