Hadirnya Drive-thru Bawa Dampak pada Kuliner dan Otomotif
- 28 Apr 2026 04:36 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - Layanan I menjadi bagian yang identik dengan industri makanan cepat saji. Drive-thru merupakan konsep membeli makanan tanpa harus turun dari kendaraan. Namun, jauh sebelum menjadi kebiasaan modern, drive-thru lahir dari evolusi panjang budaya makan dan berkendara di Amerika Serikat.
Berdasarkan informasi Fox News yang merujuk data dari history.com, cikal bakal drive-thru bermula dari restoran bernama Pig Stand di Texas pada tahun 1921. Restoran ini dikenal dengan pelanggannya yang cukup memarkir kendaraan lalu dilayani langsung oleh pelayan atau carhop yang mengantarkan burger dan kentang goreng ke mobil mereka. Pada 1931, salah satu cabang Pig Stand di Los Angeles mulai menawarkan layanan makanan dibungkus untuk dibawa pulang, yang kemudian menjadi fondasi konsep drive-thru modern.
Konsep drive-thru yang lebih mendekati bentuk saat ini mulai muncul pada 1947, ketika Red’s Giant Hamburg di Missouri membuka layanan yang dianggap sebagai drive-thru pertama sesungguhnya. Setahun kemudian, In-N-Out Burger memperkenalkan inovasi baru berupa kotak speaker dua arah, teknologi yang saat itu dianggap canggih dan memudahkan pelanggan memesan tanpa turun dari mobil.
Perkembangan drive-thru semakin pesat pada 1951 saat Jack in the Box hadir sebagai restoran yang sepenuhnya mengandalkan konsep drive-thru. Momen ini bertepatan dengan meningkatnya budaya otomotif di Amerika, ketika mobil mulai menjadi bagian utama gaya hidup masyarakat.
Popularitas drive-thru kemudian mengubah banyak hal dalam industri makanan cepat saji. Restoran mulai menyesuaikan menu agar lebih praktis disantap di kendaraan, seperti burger, ayam tanpa tulang, dan kentang goreng tanpa topping yang berantakan. Konsep makanan yang mudah digenggam dan cepat disantap menjadi standar baru dalam bisnis makanan cepat saji.
Menariknya, dampak drive-thru tidak hanya terasa di dunia kuliner, tetapi juga memengaruhi desain kendaraan. Sebelum konsep ini populer, mobil jarang dilengkapi tempat gelas atau cup holder. Namun memasuki era 1980-an, fitur tersebut menjadi kebutuhan utama dalam desain mobil, sebagai respons terhadap kebiasaan masyarakat yang makan dan minum di perjalanan.
Dari sekadar layanan praktis hingga menjadi budaya global, drive-thru telah membuktikan dirinya sebagai salah satu inovasi paling berpengaruh dalam industri makanan dan gaya hidup modern. Dulu bermula dari burger yang diantar ke mobil, kini telah menjadi standar layanan yang digunakan jutaan orang setiap hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....