Sumeria: Menelusuri Jejak Kerajaan Tertua di Dunia
- 16 Apr 2026 18:58 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember- Banyak peradaban kuno yang mengklaim predikat sebagai yang "pertama", namun secara historis dan arkeologis, gelar kerajaan tertua dengan sistem administrasi yang kompleks jatuh kepada peradaban Sumeria di Mesopotamia (sekarang Irak modern). Jauh sebelum piramida Mesir berdiri kokoh atau tembok Roma dibangun, sebuah peradaban luar biasa muncul di tanah gersang Mesopotamia. Sekitar tahun 4.500 SM, bangsa Sumeria mulai membangun pemukiman di antara Sungai Tigris dan Eufrat. Bangsa Sumeria menyebut diri mereka Sag-giga atau "orang berkepala hitam". Mereka tidak menempati sebuah negara yang bersatu, melainkan kumpulan negara-kota (city-states) yang kuat seperti Uruk, Ur, Eridu, dan Lagash.
Setiap kota memiliki dewa pelindung sendiri dan dipusatkan di sekitar Zuggirat atau kuil raksasa berbentuk piramida berundak yang dipercaya sebagai tangga menuju langit. Ziggurat bukan sekadar tempat ibadah; ia adalah jantung ekonomi, gudang pangan, dan pusat administrasi kerajaan.
Sumeria adalah laboratorium intelektual pertama di dunia. Tanpa mereka, dunia mungkin akan tampak sangat berbeda hari ini. Berikut adalah kontribusi utama mereka:
- Tulisan Cuneiform: Sistem tulisan pertama di dunia untuk mencatat hukum, perdagangan, dan sastra.
- Matematika: Penemuan konsep angka berbasis 60 yang hingga kini kita gunakan untuk menghitung detik dalam satu menit dan derajat dalam lingkaran.
- Roda: Penemuan roda untuk transportasi dan alat pembuat tembikar.
Masyarakat Sumeria sangat terorganisir. Di puncak hierarki adalah Lugal (raja/orang besar) yang dianggap sebagai wakil dewa di bumi. Di bawahnya terdapat pendeta, juru tulis, pengrajin, dan petani. Meskipun jenius, negara-kota Sumeria sering berperang satu sama lain untuk memperebutkan hak air dan tanah. Kelemahan internal ini dimanfaatkan oleh Sargon Agung dari Akkadia sekitar tahun 2.334 SM. Sargon menaklukkan kota-kota tersebut dan mendirikan kekaisaran bersatu pertama di dunia.
Meskipun secara politik bangsa Sumeria akhirnya berasimilasi dengan bangsa Akkadia dan Babilonia, budaya, bahasa, dan teknologi mereka tetap menjadi standar peradaban di Timur Tengah selama ribuan tahun berikutnya. Mereka bukan sekadar kerajaan kuno yang hilang; mereka adalah arsitek pertama dari dunia yang kita tinggali sekarang. Meskipun kekaisaran-kekaisaran ini akhirnya runtuh, sistem hukum dan birokrasi yang mereka ciptakan menjadi cetak biru bagi kekaisaran besar berikutnya seperti Babilonia, Mesir Kuno, dan Persia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....