M-65, Dari Jaket Medan Perang ke Ikon Fashion
- 31 Mar 2026 06:15 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - Jaket militer tak hanya berfungsi sebagai perlengkapan tempur, tetapi juga bisa menjadi ikon budaya dan fashion. Salah satu contohnya adalah M-65 Field Jacket, jaket lapangan militer Amerika Serikat yang telah mengalami transformasi panjang dari perlengkapan perang menjadi simbol gaya hidup.
Dilansir dari analogshift.com, M-65 merupakan generasi terakhir dari rangkaian jaket militer abad ke-20, setelah model M-1941, M-1943, dan M-1951. Jaket ini mulai digunakan pada 1965 hingga 2005, dan dikenal luas karena daya tahan, fungsionalitas, serta desainnya yang khas.
Sejarahnya berawal dari M-1941, jaket ringan berbahan katun yang digunakan pada masa awal Perang Dunia II. Namun, karena kurang mampu melindungi dari cuaca ekstrem, model ini kemudian disempurnakan menjadi M-1943 dengan bahan lebih tahan air dan tambahan kantong untuk meningkatkan fungsi. Setelah itu, muncul M-1951 yang mulai mengadopsi desain lebih modern, seperti ritsleting depan, penutup tambahan, serta tudung yang bisa disimpan di kerah.
Puncak evolusi tersebut hadir dalam M-65. Jaket ini dilengkapi berbagai fitur seperti empat kantong besar, ritsleting depan dengan penutup tambahan, kompartemen tudung tersembunyi, serta bahan yang tahan angin dan air. Kombinasi ini membuatnya ideal digunakan dalam berbagai kondisi, termasuk selama Perang Vietnam.
Awalnya, M-65 diproduksi oleh perusahaan Alpha Industries, yang hingga kini masih memproduksi versi modernnya. Desain asli jaket ini cenderung longgar untuk memberi ruang bagi lapisan tambahan di dalamnya. Namun, dalam perkembangan fashion, banyak merek ternama seperti Saint Laurent dan Valentino menghadirkan versi dengan potongan lebih ramping dan gaya yang lebih modern.
Di luar fungsi militernya, M-65 juga memiliki makna simbolis. Jaket ini pernah menjadi bagian dari gerakan anti-perang di Amerika Serikat, ketika para veteran mengenakannya dalam aksi protes. Selain itu, popularitasnya juga didorong oleh kemunculannya dalam budaya pop, seperti dikenakan oleh karakter Travis Bickle dalam film Taxi Driver, serta tokoh-tokoh lain yang memperkuat citranya sebagai simbol pemberontakan dan individualitas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....