Tradisi Budaya Banyuwangi Warnai Libur Lebaran 2026
- 22 Mar 2026 07:05 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Banyuwangi – Libur Lebaran 1447 Hijriah menjadi momentum wisata sekaligus silaturahmi bagi masyarakat. Di Banyuwangi, wisatawan tidak hanya disuguhkan keindahan alam, tetapi juga ragam tradisi budaya unik yang digelar khusus selama momen Idulfitri.
Sejumlah ritual adat khas Suku Osing kembali digelar dan menjadi daya tarik wisata budaya. Tradisi ini tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga sarat makna spiritual dan nilai sejarah yang masih terjaga hingga kini.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan libur Lebaran menjadi momentum penting dalam menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi daerah. Selain atraksi budaya, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi juga menggelar Diaspora Banyuwangi pada Minggu, 23 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi bagi warga Banyuwangi yang merantau di berbagai daerah maupun luar negeri.
“Libur Lebaran menjadi momentum penggerak perekonomian. Selain bersilaturahmi, masyarakat juga memanfaatkan waktu untuk berwisata bersama keluarga,” ujar Ipuk, Rabu, 18 Maret 2026.
Berikut tiga tradisi unik yang bisa disaksikan selama libur Lebaran di Banyuwangi:
- Barong Ider Bumi (2 Syawal)
Tradisi ini digelar di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah. Barong diarak keliling desa sebagai simbol tolak bala dan bersih desa. Ritual yang telah berlangsung sejak 1800-an ini ditutup dengan selamatan massal dan sajian khas Pecel Pitik. - Seblang Olehsari (4–10 Syawal)
Berlangsung di Desa Olehsari, Kecamatan Glagah, ritual ini menampilkan tarian sakral yang dibawakan penari terpilih. Penari akan menari dalam kondisi trance selama tujuh hari sebagai bagian dari tradisi tolak bala yang sarat nuansa magis. - Puter Kayun (10 Syawal)
Tradisi ini digelar warga Boyolangu, Kecamatan Giri, sebagai bentuk syukur dan penghormatan kepada leluhur. Warga melakukan arak-arakan menuju Pantai Watu Dodol sebagai simbol napak tilas sejarah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....