Handicraft Desa Tutul Mampu Ikuti Perkembangan Digital
- 27 Okt 2023 18:45 WIB
- Jember
KBRN, Jember : Desa Tutul merupakan salah satu wilayah yang sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai pengerajin dari berbagai produk yang telah diekspor ke berbagai negara di dunia. Desa yang terletak di Kecamatang Balung, Kabupaten Jember ini tidak hanya menghasilkan kerajinan tangan sebagai hiasan saja, tetapi juga sebagai souvenir dan peralatan rumah tangga lainnya.
Aren Handicraft, salah satu tempat kerajinan kayu di Desa Tutul yang sudah berdiri sejak tahun 2017 ini terbukti masih bertahan dan mampu menghasilkan ratusan kerajinan dalam setiap harinya. Pemiliknya Eko Hadi Purnomo mengatakan, berbagai kerjainan yang dibuat tidak membutuhkan modal yang besar, namun hanya mengandalkan kemampuan dan keterampilan. Saat ini 17 orang pekerja di tempatnya hanya menggunakan dua mesin potong manual dan satu mesin potong CNC.
"Kita berawal dari 2017, disana saya berinisiatif untuk mencoba membuat kerajinan menggunakan kayu-kayu limbah. Kebetulan orang tua saya juga mempunyai usaha kayu limbah, jadi saya dulu pinjam kayu untuk saya jadikan kerajinan, alhamdulilah dari sana saya bisa berkembang sampai sekarang," ungkapnya kepada RRI Jumat(27/10/2023).
Kayu-kayu yang digunakan oleh pengrajin dari Aren Handicraft ini merupakan limbah dari kayu aren, kayu jati, dan kayu mahoni. Limbah kayu ini kemudian mereka olah menjadi beberapa karya yang yang cukup populer, seperti piring, mangkok, sendok, garpu, sumpit, gelas, tempat tissue, vas bunga, dan lain sebagainya.
Selain melakukan penjualan offline, Eko juga memasarkan berbagai produknya melalui sosial media dan e-commerce seperti Facebook, Instagram, Twitter, Tik Tok, Shopee, dan Tokopedia. Hal itu dilakukan seiring dengan majunya dunia digitalisasi.
"Kita memang sekarang fokusnya di Online, karena sesuai dengan perkembangan sekarang. Kita coba online ini sejak Pandemi Covid 19 dan berjalan lancar sampai sekarang," ujarnya.
Bukan hanya produk miliknya saja, mayoritas produk handcraft di desa Tutul juga sudah merambah di pasar internasional. Produk tersebut dapat ditemui di berbahai e-commerce Internasional.
Mengenai omset, Eko mengatakan mampu meraup hasil yang dibilang cukup tinggi, yakni Rp100 hingga Rp200 juta dalam setiap bulannya. Bahkan saat ini ia juga telah memiliki berbagai re-seller hampir diseluruh wilayah se-Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....