Budidaya Lele Organik, Warga Bondowoso Kenalkan Leboni
- 30 Des 2024 14:18 WIB
- Jember
KBRN, Bondowoso : Usaha budidaya lele organik di Bondowoso saat ini mulai naik daun dan menarik minat banyak orang. Inisiatif ini tidak hanya menawarkan solusi untuk mengatasi harga pakan ikan yang semakin tinggi, tetapi juga mencerminkan keinginan kuat masyarakat setempat untuk menjaga keberlanjutan lingkungan hidup.
Dengan mengurangi penggunaan bahan kimia sintetis dan memanfaatkan sumber daya organik yang lebih alami, para peternak berharap dapat meningkatkan kualitas ikan lele sekaligus memberikan dampak positif terhadap keseimbangan ekosistem lokal. Langkah ini juga diharapkan dapat memacu ekonomi lokal melalui produk-produk yang lebih ramah lingkungan.
Salah satunya, yang menerapkan budidaya lele organik di Bumi Ki Ronggo yakni Lele Bondowoso Organik (Leboni) di Desa Kalianyar, Kecamatan Tamanan.
Leboni ini adalah milik Iswahyudi. Seorang Tour Guide yang kala pandemi Covid-19 harus berpikir keras banting setir. Karena matinya usaha Hostel dan Guiding Tourist miliknya disebabkan oleh Corona.
Pria berusia 45 tahun itu, akhirnya memutuskan beternak lele organik. Ia menyebut ini seni menipu rasa dan aroma makanan ikan lele. Selama ini, peminat ikan lele organik memang tak banyak untuk di Bondowoso. Karena itulah, dirinya hanya menerima pesanan khusus saja dari pembeli di Bondowoso hingga Jember.
"Omzetnya memang belum signifikan. Pelanggannya ekslusif saja. Mereka pembeli yang mau makan ikan lele yanh benar-benar organik," jelasnya, Senin (30/12/2024).
Ungkapan itu dilontarkannya, karena lele sebagai omnivora yang cenderung memakan daging. Oleh Iswahyudi, diberi makan enceng gondok atau pun limbah organik dan bekatul yang dicampurkan dengan sedikit ikan hasil memancing.
"Setelah besar Enceng Gondok ini akan dicacah. Dicampur bekatul, dan ikan hamm difermentasi satu hari agar abu. Jadi fungsi ikan sebagai konsentrat," jelasnya.
Ia menerangkan, dia memiliki total 8 kolam ikan lele besar berukuran 6x3 meter. Sedangkan untuk lele masih kecil, dirinya punya empat kolam dengan ukura 2,5x3 meter. Dalam setiap kolamnya, ditumpangi dengan Enceng Gondok. Pemberian tumbuhan air yang mengapung dipermukaan memiliki beberapa kegunaan.
Salah satunya yakni menyediakan kadar oksigen untuk ikan dari proses fotosintesisnya. Termasuk, menyerap amoniak dari kotoran lele dan sisa makanan, melalui akarnya.
"Ini untuk memfilter air, jika amoniaknya naik. Dia akan diserap oleh akarnya ini," jelasnya.
Adapun untuk pemasaran, Leboni memanfaatkan Facebook untuk menawarkan produk ikannya. Termasuk, mengajak para mahasiswa atau pun pelajar yang ingin belajar tentang budidaya ikan lele organik.
Karena itulah, dalam usaha Leboninya ini. Iswayudi tak hanya menjual ikan lele. Namun juga menjual pakan lele organik, bibit ikan lele berbagai ukuran, kolam terpal aneka ukuran, hingga edukasi budidaya lele organik. Di lain sisi, Enceng Gondok juga akan digunakan sebagai pakai lele.
Namun begitu, ia juga kerap memberikan garam pada air kolam ikan lele setelah hujan. Tujuannya untuk membuat kadar Ph air normal, agar lele bisa terus bertumbuh besar. Namun, pemberian garam ini tak dilakukan terus menerus. Maksimal tiga hari.
"Jika air hujan itu terlalu basah, Ph-nya turun. Bisa membuat ikan tak nafsu makan, dan akhirnya mati," jelasnya.
Ia menyebut lele organik ini memiliki nilai jual lebih mahal dari lele umumnya. Dalam satu kilogramnya, dihargai paling murah Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu. Selain itu, dipastikan lele organik ini lebih sehat untuk dikonsumsi. Karena, dari uji coba lele yang diberi makan usus ayam itu, ketika digoreng aromanya masih berbau pakan ayam.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....