Kemacetan Ketapang Dinilai Bisa Pengaruhi Kepercayaan Wisatawan

  • 30 Sep 2026 04:53 WIB
  •  Jember
Video

RRI.CO.ID, Banyuwangi – Kemacetan berkepanjangan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, dinilai tidak hanya mengganggu arus kendaraan, tetapi juga berpotensi memengaruhi kepercayaan wisatawan yang hendak menuju Bali.

Hal itu disampaikan Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono atau BHS saat meninjau langsung layanan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk, Senin, 28 September 2026.

BHS mengatakan, akses menuju Bali merupakan jalur strategis bagi sektor pariwisata nasional. Karena itu, kemacetan yang terus berulang perlu segera ditangani agar tidak mengganggu kenyamanan masyarakat dan wisatawan.

“Pasti ini dampaknya ke pariwisata. Masyarakat seluruh Indonesia jadi enggak percaya sama kelancaran yang ada di Bali. Saya juga mohon Pemerintah Provinsi Bali ikut mendukung ASDP dalam pembangunan-pembangunan seperti yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur,”ujar BHS.

Menurutnya, penanganan kemacetan tidak bisa hanya dibebankan kepada ASDP. Pemerintah Provinsi Bali juga didorong ikut mendukung penguatan infrastruktur di Pelabuhan Gilimanuk.

Selain pembenahan infrastruktur, BHS bersama DPRD Banyuwangi, KSOP, BPTD, ASDP, dan pemangku kepentingan lainnya menyepakati sejumlah langkah darurat untuk meningkatkan kapasitas layanan penyeberangan. Salah satunya dengan memangkas waktu bongkar muat kapal dari sekitar 35 menit menjadi 15 menit. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pergerakan kapal dan mengurangi penumpukan kendaraan.

General Manager ASDP Cabang Ketapang, Media Syahrianto, menyatakan pihaknya siap menerapkan skema percepatan tersebut. Menurutnya, efisiensi waktu operasional menjadi langkah paling efektif untuk mengurangi antrean kendaraan yang masih terjadi di luar kawasan pelabuhan.

GM ASDP “Paling efektif memang mempercepat waktu, dari 35 menjadi 15 menit. Ini harus kami terapkan agar antrean di luar bisa dikuras secara bertahap,” ujar Media.

ASDP berharap penerapan waktu bongkar muat yang lebih singkat dapat memaksimalkan kapasitas layanan penyeberangan sekaligus menjadi persiapan menghadapi peningkatan arus kendaraan menjelang libur Natal dan Tahun Baru

Penulis : Sumarsono

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....