Mahasiswa Teknik Lingkungan UNEJ Kelola Sampah Organik Metode Teba
- 30 Sep 2026 01:52 WIB
- Jember
Video
RRI.CO.ID, Jember – Mahasiswa Teknik Lingkungan Universitas Jember (UNEJ) menggelar kegiatan Enviro Village Invitation (Envista) di Perumahan Taman Gading, Kabupaten Jember. Kegiatan tersebut mengajak warga mengelola sampah organik melalui sumur kompos dengan metode Teba.
Ketua Pelaksana Envista, Ardhana Rochman Surya Hutama, mengatakan, Envista merupakan program kerja Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan UNEJ yang bertujuan membantu menyelesaikan permasalahan lingkungan di wilayah Kabupaten Jember.
Menurutnya, Perumahan Taman Gading dipilih dengan mempertimbangkan antusiasme warga serta kondisi lingkungan setempat. Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah keterbatasan penerimaan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Pakusari yang saat ini difokuskan pada sampah residu.
"Untuk tahun ini kami memilih Perumahan Taman Gading dengan mempertimbangkan antusiasme warga dan permasalahan lingkungan yang ada. Kami membantu warga mengelola sampah, dengan fokus pada satu jenis sampah, yaitu sampah organik," ujar Ardhana.
Ia menjelaskan, sampah anorganik di lingkungan tersebut telah mulai dikelola melalui bank sampah. Karena itu, Envista memfokuskan pengelolaan pada sampah organik dengan sistem komunal menggunakan sumur kompos metode Teba.
Metode tersebut dipilih setelah mahasiswa berdiskusi dengan sejumlah pihak, termasuk Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan pengelola bank sampah. Selain dapat diterapkan dalam skala komunal, metode ini dinilai memudahkan proses pemantauan karena media pengomposan tidak perlu tersedia di setiap rumah.
"Metode yang kami pilih menggunakan sumur Teba karena efektif untuk skala yang cukup besar, bukan hanya rumah tangga. Monitoring juga lebih mudah karena cukup memantau satu atau dua sumber, tidak perlu satu per satu rumah tangga," jelasnya.
Sementara itu, Ketua RW 35 Perumahan Taman Gading Jember, Suroso, mengapresiasi kegiatan yang dilakukan mahasiswa Teknik Lingkungan UNEJ. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan contoh langsung kepada warga mengenai pengelolaan sampah organik menjadi kompos.
"Kegiatan dari mahasiswa ini sangat bermanfaat bagi lingkungan kami. Kami membiasakan dari pribadi terlebih dahulu dan langsung diberikan contoh oleh mahasiswa untuk pembuatan Teba," ujar Suroso.
Ia berharap pengolahan sampah organik tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan. Kompos yang dihasilkan nantinya direncanakan dibagikan kepada warga dan dapat dimanfaatkan maupun memiliki nilai ekonomi.
"Rencananya kompos ini akan dibagikan kepada warga kalau sudah berjalan. Ini bisa dimanfaatkan atau dijualbelikan," pungkasnya.
Penulis : Gea Debora
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....