Pengamat Minta Kebijakan Pendidikan Tinggi Gratis Dikaji Komprehensif
- 29 Sep 2026 10:37 WIB
- Jember
Video
RRI.CO.ID, Jember – Rencana pemberian pendidikan gratis hingga jenjang perguruan tinggi mendapat perhatian dari pengamat pendidikan Slamet Hariyadi. Ia menilai kebijakan tersebut perlu dikaji secara komprehensif agar tidak berdampak pada kualitas layanan pendidikan.
Slamet mengatakan, kebijakan pendidikan gratis di perguruan tinggi tentu menjadi kabar positif bagi masyarakat. Namun, menurutnya, perlu diperjelas komponen biaya pendidikan yang akan ditanggung pemerintah.
“Biaya perguruan tinggi itu kan banyak komponen. Apakah gratis itu hanya untuk UKT saja? Di sana ada biaya wisuda, biaya praktik, studi lapangan dan sebagainya. Apakah itu juga termasuk dan digratiskan?” ujar Slamet.
Ia juga meminta pemerintah memperhitungkan kemampuan anggaran pendidikan, mengingat alokasi 20 persen anggaran pendidikan tidak hanya digunakan untuk membiayai UKT atau biaya kuliah. Slamet mengingatkan agar kebijakan tersebut tidak berujung pada pembatasan kegiatan akademik di perguruan tinggi akibat keterbatasan anggaran. Termasuk pengadaan alat dan bahan praktikum, kegiatan akademik, maupun keberadaan kampus atau program studi di luar kampus utama.
Menurutnya, kebijakan tersebut juga perlu memperhatikan perguruan tinggi swasta serta perguruan tinggi negeri yang berada di bawah kementerian selain Kementerian Pendidikan, termasuk perguruan tinggi keagamaan seperti UIN.
“Jangan sampai kemudian beban ini menyebabkan adanya pembatasan-pembatasan. Misalnya, pengadaan alat, bahan praktikum, dan kegiatan akademik jangan kemudian dibatasi hanya karena anggarannya terbatas,” katanya.
Slamet menambahkan, pemerintah perlu memiliki perencanaan jangka panjang dan tolok ukur yang jelas dalam penerapan pendidikan tinggi gratis. Ia berharap kebijakan tersebut tidak hanya menjadi program jangka pendek, tetapi benar-benar dirancang berdasarkan kebutuhan dan kemampuan anggaran.
Ia pada prinsipnya mendukung rencana pendidikan gratis hingga perguruan tinggi, dengan catatan kebijakan tersebut diterapkan secara logis dan wajar serta tidak mengurangi kualitas pendidikan yang sudah berjalan.
Penulis : Gea Debora
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....