Bumi Wana Mandiri Optimalisasi Pemberdayaan Masyarakat Desa Hutan
- 23 Sep 2026 01:35 WIB
- Jember
Video
RRI.CO.ID, Jember - Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Jember (UNEJ) mengembangkan program pemberdayaan masyarakat desa hutan melalui optimalisasi komoditas lokal berbasis agroforestri. Program bertajuk “Bumi Wana Mandiri” tersebut diarahkan untuk mendukung kemandirian pangan dan penguatan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Program ini digagas oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Keperawatan UNEJ dengan dosen pendamping Deni Kurniawati. Pelaksanaannya dipimpin oleh Dimas Anang Musa selaku ketua pelaksana sekaligus ketua organisasi mahasiswa.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa mengidentifikasi dan mengembangkan potensi lokal masyarakat, khususnya komoditas kopi dan alpukat. Sejumlah produk berhasil dikembangkan, antara lain kopi robusta dan arabika, lilin aromaterapi, produk kerajinan, POC, teh daun alpukat, tote bag ecoprint, aplikasi Nutrical, serta olahan alpukat seperti stik dan muffin. Produk-produk tersebut kemudian dipasarkan melalui platform e-commerce Shopee.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNEJ, Dr. Fendi Setiawan, S.H., M.H., CLA, menilai komoditas lokal yang dikembangkan masyarakat memiliki peluang ekonomi yang besar apabila didukung inovasi teknologi dan strategi pemasaran yang tepat.
“Keduanya memang mempunyai potensi yang luar biasa yang bisa dikembangkan secara ekonomi, tinggal pendekatan dengan teknologi dan juga pemasaran,” ujar Fendi Setiawan.
Sementara itu, Ketua Pelaksana program, Hagum Mashuda, menjelaskan bahwa program tersebut mengusung konsep desa hutan yang merupakan salah satu tema dalam Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Dikti.
Menurutnya, program dilaksanakan di Desa Tanah Wulan, Kabupaten Bondowoso, dengan mengoptimalkan potensi lokal yang dimiliki masyarakat, terutama kopi dan alpukat.
“Kami mengusung topik desa hutan, salah satu topik yang dilaksanakan oleh PPK Ormawa Dikti. Kami mengusung desa hutan berlokasi di Desa Tanah Wulan. Desa ini kaya akan potensi lokal, mulai dari kopi dan alpukat,” jelas Hagum
Ia menambahkan, pemilihan program dilakukan melalui diskusi dan melibatkan partisipasi masyarakat. Selain pengembangan produk ekonomi, program juga menyasar bidang kesehatan dengan melibatkan kader kesehatan melalui pembinaan pencegahan stunting serta pemanfaatan teknologi digital untuk membantu kader melakukan pemantauan tekanan darah.
Program Bumi Wana Mandiri diharapkan tidak hanya menghasilkan produk bernilai ekonomi, tetapi juga meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola potensi desa secara mandiri. Pemanfaatan komoditas lokal melalui pendekatan agroforestri dan pemasaran digital menjadi bagian dari upaya mendorong kemandirian pangan sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat desa hutan secara berkelanjutan.
Penulis : Gea Debora
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....