WACI JFC 2026 Hadirkan Keberagaman Budaya dari Seluruh Nusantara
- 31 Jul 2026 14:44 WIB
- Jember
Video
RRI.CO.ID, Jember -Keberagaman budaya Indonesia kembali menjadi daya tarik utama dalam Wonderful Arcipelago Carnival Indonesia (WACI) Jember Fashion Carnaval (JFC) 2026. Delegasi dari berbagai daerah hadir membawa identitas budaya masing-masing melalui kostum, tarian, hingga atraksi tradisional yang memukau ribuan penonton.
Salah satu peserta yang turut ambil bagian adalah kontingen dari Kalimantan Timur. Ketua Umum Komando Pemersatu Adat Se- Kalimantan (Kopaskal) Adi, didampingi Wakil Sekretaris Jenderal DPD Kopaskal Kalimantan Timur Kota Balikpapan, Dedi, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Jember dan penyelenggara JFC atas kesempatan yang diberikan kepada komunitas adat Kalimantan untuk tampil dalam ajang tersebut.
Menurut Adi, kontingennya akan menampilkan gerak Baledang, salah satu atraksi yang terinspirasi dari ritual khas Suku Dayak, dengan melibatkan sekitar 40 talent.
"Kami mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Jember, khususnya pengurus JFC, yang telah melibatkan kami untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini. Nantinya kami akan menampilkan gerak Baledang khas dari ritual Suku Dayak dengan jumlah talent sekitar 40 orang," ujar Adi.
Antusiasme mengikuti WACI JFC 2026 juga dirasakan Arum Janitra, talent asal Balikpapan, Kalimantan Timur. Untuk pertama kalinya tampil di JFC, ia mengaku bangga dapat menjadi bagian dari ajang yang mempertemukan budaya dari berbagai penjuru Indonesia.
Arum menjelaskan, kostum yang dikenakannya merupakan kostum nasional, sedangkan kontingen Kalimantan Timur juga akan menampilkan tarian Dayak serta beragam kostum khas yang merepresentasikan budaya daerah.
"Ini pertama kali saya mengikuti JFC. Saya sangat antusias karena ingin melihat langsung kemeriahan JFC, dan alhamdulillah terpilih menjadi talent sehingga bisa merasakan sendiri bagaimana atmosfer tampil di atas panggung," katanya.
Sementara itu, talent WACI lainnya, Hasbi Azhari, menilai penyelenggaraan tahun ini lebih spektakuler dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Selain menghadirkan tema-tema baru, menurutnya kreativitas para desainer juga terus berkembang sehingga menghasilkan kostum yang semakin inovatif.
Pada WACI JFC 2026, Hasbi memerankan tokoh Hayam Wuruk dalam kostum bertema Legenda Candi Bajang Ratu. Ia mengungkapkan proses persiapan penampilannya memakan waktu sekitar dua hingga tiga bulan.
"Tahun ini menurut saya sangat spektakuler. Banyak momen yang saya alami, mulai dari mendapatkan teman baru hingga melihat tema-tema karnaval yang semakin kreatif. Banyak desainer yang menciptakan kostum-kostum baru. Untuk persiapan penampilan tahun ini kami membutuhkan waktu sekitar dua sampai tiga bulan," ungkap Hasbi.
WACI JFC 2026 kembali membuktikan dirinya bukan sekadar parade kostum, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi budaya yang mempertemukan berbagai daerah di Indonesia. Melalui pertunjukan seni, atraksi tradisional, dan rancangan busana yang sarat makna, WACI menjadi wadah untuk memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara kepada masyarakat sekaligus memperkuat posisi Jember sebagai kota karnaval bertaraf internasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....