Terlalu Banyak Informasi Bisa Bikin Gelisah, Pentingnya Mengingat Allah
- 28 Sep 2026 19:49 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember – Arus informasi yang semakin mudah diakses melalui media sosial dapat memberikan banyak manfaat, tetapi juga berpotensi membuat seseorang memikirkan hal-hal yang sebenarnya tidak berkaitan langsung dengan kehidupannya. Kondisi tersebut dinilai dapat memengaruhi ketenangan hati.
Penyuluh Islam KUA Silo, Jember, Ustaz Cecep Adiatna, S.Ag., menyebut salah satu penyebab kegelisahan adalah terlalu banyak menerima informasi yang sebenarnya tidak diperlukan. Kemudahan mengakses kehidupan orang lain melalui media sosial dapat membuat seseorang ikut memikirkan berbagai persoalan yang berada di luar kehidupannya.
“Jangan-jangan ketenangan hati kita itu terganggu atau hilang bukan karena masalah kita sendiri, tetapi karena kita terlalu banyak ikut memikirkan atau mencampuri urusan orang lain,” ungkapnya dalam siaran Mutiara Pagi Pro 1 Jember, Selasa, 11 Agustus 2026.
Ia membedakan kondisi tersebut dengan kepedulian terhadap orang lain. Menurutnya, persoalan muncul ketika seseorang terlalu jauh mengikuti kehidupan orang lain, kemudian memikirkan dan menilai apa yang seharusnya dilakukan oleh orang tersebut.
Kondisi tersebut semakin mudah terjadi ketika seseorang menggunakan media sosial sebagai pelarian setiap kali merasa sumpek atau gelisah. Ustaz Cecep mencontohkan kebiasaan membuka TikTok, Instagram, melihat berbagai konten hiburan, hingga terus mencari perhatian melalui jumlah pengikut maupun respons pengguna lain.
Menurutnya, hiburan tetap dapat dinikmati, tetapi tidak seharusnya dijadikan satu-satunya cara untuk memperoleh ketenangan hati.
“Kalau hiburan sekedar monggo, tetapi kalau kemudian hiburan sesaat itu dijadikan kebiasaan untuk menganggap menenangkan hati kita, itu salah,” jelasnya.
Ia kemudian mengingatkan bahwa dalam perspektif Islam, ketenteraman hati berkaitan dengan mengingat Allah. Ustaz Cecep mengutip Surah Ar-Ra'd ayat 28 yang menyebut bahwa hati orang-orang beriman menjadi tenteram dengan mengingat Allah.
“Ala bidzikrillahi tathma'innul qulub. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram,” ujarnya.
Menurutnya, ketika seseorang merasa gelisah, penggunaan media sosial sebagai hiburan sesaat mungkin memberikan kesenangan sementara. Namun, setelah hiburan tersebut selesai, persoalan yang membuat seseorang gelisah dapat kembali muncul.
Karena itu, ia mengajak untuk menyediakan ruang bagi diri sendiri untuk bermuhasabah dan mencari ketenangan, termasuk melalui ibadah dan mengingat Allah.
Ustaz Cecep juga menekankan bahwa persoalan utama bukan terletak pada teknologi. Teknologi tetap dapat digunakan untuk membantu kehidupan, selama manusia mampu mengatur cara penggunaannya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....