Kenapa Kita Sering Lupa Taruh Barang?
- 09 Sep 2026 09:40 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - Pernah mengalami kejadian sederhana tetapi bikin kesal, seperti sibuk mencari kunci, dompet, kacamata, atau ponsel yang sebenarnya baru saja digunakan? Kebiasaan lupa menaruh barang ternyata tidak selalu berarti seseorang memiliki daya ingat yang buruk. Dalam banyak situasi, masalahnya justru terjadi karena perhatian tidak sepenuhnya tertuju pada aktivitas yang sedang dilakukan.
Psikolog asal Amerika Serikat dan pakar memori Daniel Schacter menjelaskan bahwa lupa karena kurang perhatian termasuk bentuk absentmindedness. Pada 2003, Schacter menjelaskan bahwa seseorang dapat lupa lokasi barang karena ketika meletakkannya, perhatian sedang terbagi atau pikirannya tertuju pada hal lain. Akibatnya, informasi mengenai lokasi barang tidak tersimpan dengan kuat dalam ingatan.
| Baca juga: Ide Bisnis Sampingan untuk Karyawan |
Hal serupa juga dijelaskan Harvard Medical School. Pada 2017, ahli neurologi Dr. Joel Salinas menyebut bahwa ingatan melibatkan proses menerima informasi, menyimpannya, kemudian mengambilnya kembali ketika diperlukan. Jika perhatian pada saat pertama kali menerima informasi tidak cukup, proses mengingatnya kemudian dapat menjadi lebih sulit.
Karena itu, seseorang bisa saja merasa yakin telah meletakkan kunci di suatu tempat, tetapi beberapa menit kemudian tidak mampu mengingatnya. Bukan berarti otak benar-benar kehilangan informasi tersebut. Bisa jadi informasi mengenai lokasi kunci sejak awal tidak tercatat dengan baik karena aktivitas dilakukan secara otomatis.
Kebiasaan melakukan banyak hal sekaligus juga dapat membuat persoalan semakin sering terjadi. Saat seseorang berbicara sambil meletakkan ponsel, memikirkan pekerjaan sambil mengambil kacamata, atau terburu-buru keluar rumah sambil mencari kunci, perhatian terbagi sehingga lokasi barang menjadi kurang diperhatikan.
Ada cara sederhana untuk mengurangi kebiasaan tersebut. Harvard Health pada 2014 menyarankan agar barang yang sering digunakan memiliki tempat khusus. Kunci, dompet, kacamata, atau barang penting lainnya dapat selalu diletakkan di lokasi yang sama sehingga otak tidak perlu mengingat terlalu banyak kemungkinan tempat.
Mengucapkan lokasi barang juga dapat membantu. Misalnya, ketika meletakkan kunci, seseorang bisa mengatakan dalam hati atau dengan suara, “Kunci saya taruh di meja.” Kebiasaan sederhana tersebut membuat aktivitas meletakkan barang menjadi lebih sadar sehingga informasi lokasinya lebih mudah diingat.
Jadi, kalau selama ini sering mencari barang sambil berkata, “Tadi gue taruh di mana, ya?”, jangan langsung menyalahkan daya ingat. Bisa jadi masalahnya bukan karena lupa, melainkan karena sejak awal kita memang tidak benar-benar memperhatikan saat meletakkannya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....