Mode Jangan Ganggu Jadi Senjata Mahasiswa Melawan Distraksi saat Belajar
- 08 Sep 2026 16:42 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - Salah satu cara sederhana untuk menjaga konsentrasi saat belajar adalah mengurangi sumber gangguan dari ponsel. Fitur Silent maupun Do Not Disturb atau mode Jangan Ganggu dapat dimanfaatkan mahasiswa untuk membatasi notifikasi yang berpotensi memecah konsentrasi.
Persoalan tersebut dibahas dalam program Jaga Malam Pro 2 RRI Jember pada Selasa, 1 September 2026 bersama Rifqi Aditia As’adi, PSDM IKMASS Jember.
Pengaturan sederhana dengan mode Jangan Ganggu dapat menjadi langkah awal untuk membangun kebiasaan belajar yang lebih fokus. Menurutnya, notifikasi yang muncul saat belajar dapat menjadi pemicu seseorang untuk membuka ponsel meskipun awalnya tidak memiliki keinginan untuk menggunakan media sosial.
“Kalau sedang belajar, bisa menggunakan mode Silent atau Do Not Disturb supaya notifikasi tidak menjadi gangguan,” kata Rifqi.
Menurut Rifqi, tantangan mempertahankan fokus tidak selalu harus diselesaikan dengan menjauhkan ponsel sepenuhnya. Jika ponsel memang dibutuhkan sebagai sumber materi, pengguna dapat mengubah cara pemakaiannya secara bertahap.
Salah satunya dengan mengarahkan algoritma media sosial kepada konten yang lebih bermanfaat. Konten edukasi, podcast, maupun video pembelajaran dapat menjadi alternatif sehingga ponsel tidak hanya digunakan untuk hiburan.
Selain mengatur perangkat, konsistensi waktu belajar juga menjadi bagian penting. Rifqi menyarankan mahasiswa memiliki jadwal belajar yang jelas dan melatih kemampuan fokus secara bertahap, termasuk dengan memulai dari durasi yang pendek.
“Fokus itu bisa dilatih. Tidak harus langsung lama, bisa dimulai dari lima menit, kemudian ditambah secara bertahap,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan agar aktivitas setelah belajar tetap diperhatikan. Kebiasaan langsung beralih ke aktivitas scrolling setelah menyelesaikan materi dapat membuat perhatian kembali dipenuhi berbagai informasi baru.
Pada akhirnya, menurut Rifqi, persoalan utama bukan terletak pada keberadaan ponsel, melainkan bagaimana seseorang menggunakannya. Ponsel dapat menjadi alat yang membantu proses belajar selama pengguna tetap memegang kendali atas penggunaannya.
“HP itu sebenarnya hanya alat. Kita yang harus mengendalikan teknologi, bukan justru dikendalikan oleh teknologi,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....