Promahadesa Unej Dorong Pencegahan Hipertensi Melalui Pemanfaatan Pekarangan

  • 30 Agt 2026 03:55 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Upaya pencegahan hipertensi dapat dimulai dari lingkungan rumah tangga melalui pemanfaatan pekarangan dan tanaman obat keluarga. Gagasan tersebut menjadi fokus pembahasan dalam program Ngumpul Jaga Malam Pro 2 RRI Jember pada Rabu 26 Agustus 2026 yang mengangkat tema “Lawan Silent Killer Mulai dari Pekarangan: Dukuhmencek, Desa Mandiri Bebas Hipertensi”. Dialog yang dipandu Vita Karina tersebut menghadirkan dua mahasiswa Program Mahasiswa Berdesa (Promahadesa) Universitas Jember, yakni Ahmad Ubay dari Fakultas Farmasi dan Alfun Khusniya M. dari Fakultas Keperawatan.

Dalam dialog tersebut dijelaskan bahwa Desa Dukuhmencek, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember, tercatat memiliki angka penderita hipertensi tertinggi kedua di wilayah perkotaan Jember berdasarkan data Puskesmas dan Dinas Kesehatan setempat. Kondisi tersebut mendorong tim Promahadesa Universitas Jember untuk menghadirkan berbagai program pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.

Ahmad Ubay menjelaskan, program yang dijalankan merupakan hasil kolaborasi lintas disiplin ilmu yang melibatkan mahasiswa dari Fakultas Farmasi, Keperawatan, Kedokteran, dan Pertanian. Fokus utamanya adalah meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya hipertensi sekaligus memperkenalkan langkah pencegahan yang mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah pemanfaatan lahan pekarangan yang tidak produktif menjadi Rumah Toga Anti-Hipertensi. Melalui program tersebut, masyarakat diajak membudidayakan berbagai tanaman herbal yang memiliki manfaat bagi kesehatan, khususnya dalam membantu menjaga tekanan darah.

“Tanaman yang memiliki efek antihipertensi di antaranya pegagan dan seledri, sedangkan temulawak dimanfaatkan untuk membantu menjaga imunitas tubuh,” ujar Ahmad Ubay.

Menurutnya, keberadaan tanaman obat keluarga tidak hanya berfungsi sebagai penghijauan lingkungan, tetapi juga menjadi sumber bahan alami yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara mandiri.

Untuk meningkatkan minat masyarakat, tanaman herbal tersebut tidak hanya ditanam, tetapi juga diolah menjadi berbagai produk yang lebih praktis dan menarik. Beberapa inovasi yang diperkenalkan antara lain teh herbal celup, minuman tradisional sinom, hingga produk Pensi atau Puding Sehat Anti-Hipertensi yang dapat dikonsumsi oleh berbagai kelompok usia.

Selain pengembangan tanaman obat keluarga, tim Promahadesa juga melaksanakan program Peduli Tensi (Penyuluhan Dini Lingkungan Sehat Anti-Hipertensi). Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai faktor risiko, gejala, serta pentingnya pemeriksaan tekanan darah secara rutin.

Tak hanya itu, terdapat pula kegiatan Gerak Tenang (Gerakan Tekanan Darah Seimbang), yakni senam khusus yang dirancang untuk membantu menjaga kebugaran dan kesehatan lansia sebagai kelompok yang rentan mengalami hipertensi.

Alfun Khusniya menambahkan, keberhasilan program sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat. Karena itu, berbagai kegiatan dilakukan dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan kader PKK, perangkat desa, hingga kelompok lansia setempat.

Melalui pemanfaatan bahan-bahan alami yang tersedia di sekitar rumah dan edukasi kesehatan yang berkelanjutan, tim Promahadesa berharap masyarakat dapat lebih sadar akan pentingnya pencegahan hipertensi sejak dini.

Program tersebut diharapkan mampu mendorong terciptanya kemandirian masyarakat dalam menjaga kesehatan, sekaligus menjadikan Desa Dukuhmencek sebagai contoh desa yang aktif melakukan pencegahan penyakit tidak menular melalui pemberdayaan potensi lokal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....