Tradisi Karapan Sapi Wringin Kembali Dihidupkan

  • 29 Agt 2026 19:21 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Tradisi Karapan Sapi di Kabupaten Bondowoso yang semakin sepi peminat kini mulai digeliatkan kembali. Momentum kemerdekaan Republik Indonesia dimanfaatkan sebagai ajang untuk melestarikan tradisi turun-temurun, terutama di wilayah Kecamatan Wringin. Hal ini mengemuka dalam dialog JEMBER MENYAPA PRO 1 RRI JEMBER bertajuk "MENGHIDUPKAN KEMBALI TRADISI KARAPAN DI MOMEN KEMERDEKAAN" yang berlangsung pada Selasa, 25 Agustus 2026. Diskusi tersebut menghadirkan Camat Wringin, Misyono, dan Kepala Desa Gubrih, Abdul Bari.

Misyono menjelaskan bahwa tradisi Karapan Sapi secara historis sangat lekat dengan masyarakat Bondowoso, yang notabene memiliki kesamaan budaya dengan Madura. Awalnya, tradisi ini biasa dilakukan saat menyambut musim tanam maupun musim panen. Namun, peminatnya kian menurun dari tahun ke tahun.

"Pada momentum kemerdekaan ini, hari tahun kemerdekaan ini yang ke-81 kita coba bermusyawarah dengan beberapa stakeholder masuk kepala desa-kepala desa, ya bagaimana tradisi yang hampir punah itu kita coba up lagi untuk bisa dihidupkan," ujar Misyono.

Menurut Misyono, pelaksanaan Karapan Sapi di Kecamatan Wringin saat momen kemerdekaan mendapat respons yang luar biasa dari masyarakat. Tidak hanya sekadar ajang adu kecepatan lari sapi, festival ini juga mendongkrak perputaran ekonomi lokal dengan hadirnya ratusan pelaku UMKM di sekitar lokasi acara.

Sementara itu, Kepala Desa Gubrih, Abdul Bari, menegaskan bahwa desa yang dipimpinnya merupakan salah satu wilayah yang konsisten merawat akar kebudayaan Karapan Sapi. Ia mencatat hingga saat ini ada sekitar 20 pasang sapi (40 ekor) yang rutin dirawat dan dilatih khusus untuk ajang Karapan Sapi di desanya.

"Kami berpesan kepada warga Bondowoso, khususnya di Desa Gubrih, jangan pernah meninggalkan budaya yang baik seperti kerapan sapi, kalau bukan kita siapa lagi untuk melestarikan dan menjaganya," tegas Abdul Bari.

Ke depan, baik pihak kecamatan maupun desa berharap agar Karapan Sapi dapat masuk menjadi agenda pariwisata tahunan rutin di tingkat Pemerintah Kabupaten Bondowoso. Langkah ini dinilai strategis agar kebudayaan asli masyarakat lokal dapat lestari dan dikenal luas, bahkan hingga kancah internasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....