Mahasiswa AIESEC Jember Berbagi Kisah Inspiratif Dibalik Layar

  • 29 Agt 2026 19:07 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Kehidupan mahasiswa yang aktif dalam organisasi kepemudaan berskala internasional seperti AIESEC sering kali terlihat menyenangkan dan penuh dengan kegiatan berkumpul di luar kampus. Namun dibalik layar, terdapat banyak tantangan, manajemen waktu yang ketat, serta proses pembelajaran karakter yang panjang bagi setiap anggotanya.

Hal tersebut terungkap dalam program siaran Ngumpul JAGA MALAM PRO 2 RRI JEMBER bertajuk "BEHIND THE SCENES : THE LIFE OF AN AIESECER" pada Senin, 24 Agustus 2026. Dialog interaktif ini menghadirkan dua narasumber dari AIESEC in UNEJ, yaitu Joeana Novemia Alfany selaku Team Member of Customer Experience Engagement dan Ezra Prasetyo selaku CO of On-Peak Project Coordinator Incoming Global Volunteer.

Joeana, yang akrab disapa Jojo, membagikan bagaimana mengatur waktu dan tetap bertanggung jawab atas pilihan yang diambil menjadi salah satu tantangan terbesar. Ia harus memastikan kelancaran program yang dikelola sekaligus mempertahankan tanggung jawab akademik sebagai mahasiswa.

"Orang melihat kayak oh ini cuma organisasi aja mereka cuma anak-anak yang berkumpul gitu, tapi sebenarnya kita punya banyak banget tugas yang harus kita selesaikan," ungkap Jojo.

Menghadapi tenggat waktu yang padat menuntut Jojo untuk selalu sigap menentukan skala prioritas.

"Gimana caranya aku tetap bisa bertanggung jawab atas tugas-tugas ini tanpa aku mengabaikan tugas-tugas yang lain, terlebih kalau kita sama tim," tambahnya.

Sementara itu, Ezra menyoroti bagaimana perbedaan karakter di dalam organisasi sangat berpengaruh dalam proses pendewasaan diri. Pandangan publik yang kerap menganggap AIESEC sekadar organisasi kumpul-kumpul dibantah dengan adanya Key Performance Indicator (KPI) dan target-target proyek yang berfokus pada pilar Sustainable Development Goals (SDGs).

"Lingkungan beneran main role dari pembentukan karakter itu sendiri," tutur Ezra.

Ia menceritakan pengalamannya mengelola keberagaman tersebut, "Dari perbedaan ini aku belajar gimana caranya aku bisa adapt dengan orang-orang yang berbeda tapi enggak jadi egois," jelasnya.

Selain dinamika internal, pengalaman membangun relasi dengan mitra eksternal seperti Dinas Pariwisata dan Desa Wisata turut menjadi proses belajar yang tak terlupakan. Ezra menjelaskan bahwa menjalin kemitraan memerlukan keberanian dan mental pantang menyerah.

"Kita harus berani buat nge-approach mereka... Sebanyak apapun penolakan itu kita sudah berusaha kan, dan usaha itu pasti juga bakal jadi suatu hal untuk kita belajar," tuturnya.

Sebagai penutup dialog, kedua narasumber mengajak mahasiswa yang sedang mencari jati diri untuk tidak ragu mencoba bergabung di lingkungan yang mendukung dan saling merangkul.

"Ayo kita jangan takut untuk mencoba, mari bertumbuh bersama karena AIESEC memberikan kalian ruang untuk tetap bertumbuh," pungkas Jojo di akhir acara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....