Senduro Swimming Club: Renang Jadi Life Skill, Pembentuk Karakter & Pemersatu Warga
- 11 Agt 2026 13:31 WIB
- Jember
RRI.CO.ID - Jember, Olahraga renang kini bukan lagi monopoli masyarakat perkotaan atau sekadar ajang berburu medali. Di kaki Gunung Semeru, tepatnya di Desa Senduro, Kabupaten Lumajang, renang disulap menjadi kecakapan hidup (life skill), ruang pembentukan karakter anak, hingga jembatan perekat kerukunan lintas agama.
Hal tersebut terungkap dalam siaran Pro 1 RRI Jember di acara Obras (Obrolan Komunitas) pada Selasa 28 Juli 2026, yang menghadirkan jajaran pengurus Senduro Swimming Club (SSC) bersama Pemerintah Desa Senduro.
Ketua Umum Senduro Swimming Club, Hawin Fizi Balagoni, menegaskan bahwa visi utama pengenalan renang sejak dini adalah untuk membekali anak dengan ketangkasan hidup sepanjang hayat, sekaligus membentuk mental pantang menyerah. "Renang bukan sekadar hobi, tapi renang adalah life skill sepanjang hayat. Saya pengen orang berbicara renang itu memang tidak hanya mengejar prestasi doang, tapi ini penting supaya anak ketika sudah dewasa sudah ndak minder lagi, lihat air berani," ujar Hawin.
Hawin menambahkan, pihak klub memberikan akses seluas-luasnya bagi seluruh anak desa tanpa diskriminasi biaya. Selain bebas biaya pendaftaran, kemudahan cicilan seragam hingga pemanfaatan aplikasi digital untuk monitoring rapot perkembangan atlet juga disediakan secara mandiri.
Senada dengan hal tersebut, Pelatih SSC, Hasim Maliki (Coach Malik), menekankan pentingnya pengenalan air sejak dini serta kedisiplinan latihan fisik dasar bagi anak-anak. Menurutnya, pengenalan air idealnya dimulai dari usia 4 tahun dengan pendampingan yang tepat. "Di usia 4 tahun itu sudah bisa pengenalan air, butuh bantuan pelampung dan tetap kita tuntun agar anak berani. Sebelum masuk kolam, fisik di darat juga penting. Untuk atlet, kita butuh jogging 30 menit non-stop untuk pernapasan dan kekuatan kaki," terang Coach Malik.
Menariknya, kekompakan atlet dan orang tua di tubuh SSC juga terbangun dari kearifan lokal masyarakat Senduro yang dikenal toleran. Momen kegiatan warga seperti sedekah desa hingga hari besar agama Hindu kerap menjadi ajang silaturahmi seluruh anggota klub.
Dukungan penuh juga datang dari Pemerintah Desa Senduro. Kepala Desa Senduro, Farid Rahman, menilai kolaborasi antara pemerintah desa, klub renang, dan lintas sektor merupakan langkah nyata dalam menggali potensi besar anak-anak desa. "Kami selalu optimistis Desa Senduro punya potensi besar, baik alam maupun manusianya. Senduro sudah mencetak atlet dari dulu. Apabila manajemen kelompok ini dibangun dengan bagus, Insya-Allah klub ini akan punya progress yang lebih bagus di 2027 hingga 2029," tegas Farid Rahman yang juga menjabat Ketua AKD Kecamatan Senduro.
Melalui sinergi antara keahlian olahraga, tata kelola berorientasi sosial, dan dukungan pemerintah desa, Senduro Swimming Club membuktikan bahwa dari sebuah desa, anak-anak tidak hanya belajar berenang, tetapi juga belajar menyatu dengan alam, menghargai sesama, dan menatap masa depan dengan penuh percaya diri.
Audio
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....