Punya Kampus Impian, Tiga Pelajar Ini Tetap Siapkan Pilihan Realistis

  • 11 Agt 2026 12:57 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Memiliki kampus impian tidak membuat tiga pelajar ini hanya berfokus pada satu pilihan. Abe, Fadli, dan Tio siswa SMAN 2 Jember tetap menyiapkan alternatif perguruan tinggi serta strategi masing-masing untuk melanjutkan pendidikan. Hal ini mereka bagikan dalam program Sore Ceria segmen English Corner Pro 2 RRI Jember, Rabu 5 Agustus 2026.

Abe menyebut Universitas Jember sebagai pilihan realistis dengan pilihan Fakultas Kedokteran. Sementara itu, ia memiliki impian melanjutkan pendidikan ke Heidelberg University di Jerman. Pilihan tersebut juga dipengaruhi pertimbangan keluarga. Abe mengatakan orang tuanya, terutama sang ayah, berharap dirinya tidak berkuliah terlalu jauh dari rumah. Meski demikian, ia tetap memiliki target untuk merasakan pengalaman pendidikan dengan lingkungan internasional.

Berbeda dengan Abe, Tio menargetkan Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan jurusan Meteorologi. Ketertarikannya muncul karena ia menyukai bidang geografi serta pengamatan terhadap langit dan awan. Tio juga ingin merasakan suasana belajar yang berbeda dengan keluar dari Jember. Keinginan tersebut menjadi salah satu alasan dirinya mempertimbangkan Bandung sebagai tujuan pendidikan.

Sementara Fadli mempertimbangkan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya untuk bidang teknik, termasuk kemungkinan memilih Geofisika atau Teknik Material. Ia juga memiliki impian melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di Swiss, Australia, maupun National University of Singapore.

Tidak berhenti pada menentukan kampus, ketiganya juga berbagi jika sudah mulai mempersiapkan jalur masuk perguruan tinggi sejak awal. Fadli, misalnya, memilih memaksimalkan peluang melalui jalur SNBP dengan menjaga nilai rapor sejak kelas 10 hingga kelas 12.

"Saya mempersiapkan dari kelas 10 sampai kelas 12, terutama dari nilai rapor dan juga mengikuti berbagai kompetisi untuk menambah sertifikat," ujar Fadli.

Abe juga berupaya memaksimalkan peluang SNBP sekaligus mempersiapkan diri menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA). Sementara Tio yang masih duduk di kelas 11 memilih untuk membangun kebiasaan belajar mandiri secara konsisten setiap hari tanpa mengikuti bimbingan belajar.

Bagi ketiganya, kampus impian bukan sekadar soal menentukan nama perguruan tinggi. Pilihan tersebut juga diikuti dengan pertimbangan keluarga, minat terhadap jurusan, kesiapan akademik, serta kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan baru.

Dengan begitu, memiliki dream university tetap dapat berjalan beriringan dengan pilihan realistis. Kampus impian menjadi tujuan yang ingin dicapai, sementara persiapan sejak sekolah menjadi bagian penting untuk membuka peluang menuju jenjang tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....