Gen Z dan Politik Masa Depan, Dari Pengguna Media Sosial hingga Penggerak Perubahan

  • 10 Agt 2026 08:55 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember — Generasi Z atau Gen Z dinilai memiliki peran penting dalam membentuk arah politik di masa depan. Sebagai generasi yang tumbuh bersama perkembangan teknologi digital, Gen Z memiliki cara tersendiri dalam memperoleh informasi, menyikapi isu politik, hingga mengekspresikan pandangannya di ruang publik. Persoalan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam program Jaga Malam Pro 2 RRI Jember pada 9 Agustus 2026 dengan tema "Politik Masa Depan: Generasi Z Membaca Dunia".

Sebagai generasi yang akrab dengan teknologi, Gen Z memiliki akses yang luas terhadap berbagai informasi dari dalam maupun luar negeri. Beragam isu seperti perubahan iklim, hak asasi manusia, kesetaraan, ekonomi, hingga kebijakan pemerintah dapat dengan mudah ditemukan melalui media sosial dan berbagai platform digital. Kemudahan tersebut membuat Gen Z tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga memiliki ruang untuk menyampaikan pendapat dan terlibat dalam berbagai gerakan sosial. Media sosial bahkan menjadi salah satu sarana bagi anak muda untuk membangun diskusi, menggalang dukungan, serta menyuarakan isu yang dianggap penting bagi masyarakat.

Namun, derasnya arus informasi digital juga menghadirkan tantangan. Informasi yang beredar di media sosial tidak selalu memiliki dasar fakta yang kuat. Hoaks, disinformasi, manipulasi informasi, hingga fenomena echo chamber dapat membuat seseorang hanya terpapar pandangan yang sesuai dengan keyakinannya sendiri. Kondisi tersebut membuat kemampuan literasi digital dan literasi politik menjadi semakin penting. Gen Z perlu membiasakan diri memeriksa sumber informasi, membandingkan pemberitaan dari berbagai sumber, serta tidak terburu-buru menyebarkan informasi yang belum diketahui kebenarannya.

Di sisi lain, sikap kritis terhadap politik juga perlu diimbangi dengan keterlibatan yang nyata. Ketidakpercayaan terhadap praktik politik konvensional tidak seharusnya membuat anak muda sepenuhnya menjauh dari politik. Partisipasi politik Gen Z dapat dilakukan melalui berbagai cara, tidak hanya dengan memberikan suara dalam pemilu. Anak muda juga dapat terlibat dalam diskusi publik, mengawasi kebijakan pemerintah, mengikuti kegiatan organisasi, melakukan advokasi terhadap persoalan di lingkungan sekitar, hingga menciptakan inovasi sosial. Ruang digital juga dapat dimanfaatkan secara positif untuk memperluas partisipasi tersebut. Dengan kemampuan teknologi yang dimiliki, Gen Z memiliki peluang untuk membuat kampanye sosial, menyebarkan edukasi, sekaligus membangun kesadaran masyarakat terhadap berbagai persoalan publik.

Melalui dialog Jaga Malam Pro 2 RRI Jember, generasi muda didorong untuk tidak hanya menjadi penonton dalam dinamika politik. Gen Z diharapkan mampu menjadi generasi yang kritis dalam menerima informasi, bijak dalam menggunakan media sosial, serta aktif menyampaikan gagasan yang konstruktif. Dengan literasi yang baik dan partisipasi yang bermakna, Gen Z memiliki peluang besar untuk ikut menentukan arah politik dan kehidupan sosial Indonesia di masa mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....