Melin Bawa Isu Literasi Indonesia ke Ajang Essay Competition

  • 04 Agt 2026 17:40 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Rendahnya literasi di Indonesia menjadi perhatian Melinda Tri Puspita, siswi SMKN 4 Jember, saat mengikuti Essay Competition tingkat Kabupaten di Universitas Jember. Melalui esai berbahasa Inggris yang ditulisnya, Melin mengangkat persoalan literasi sekaligus menyajikan sejumlah fakta menarik tentang kebiasaan masyarakat Indonesia. Hal ini ia bagikan dalam program Sore Ceria segmen SKENA Pro 2 RRI Jember, Selasa (28/7/2026).

Dalam proses risetnya, Melin menemukan adanya persoalan menarik. Menurut hasil pencarian data yang ia gunakan dalam penyusunan esai, Indonesia masih menghadapi persoalan rendahnya tingkat literasi.

Temuan tersebut kemudian ia kaitkan dengan fakta lain yang menurutnya cukup unik. Melin menemukan informasi bahwa Indonesia termasuk dalam lima negara yang dikenal paling “cerewet”. Kondisi tersebut menjadi kontras ketika dibandingkan dengan persoalan literasi yang masih rendah.

“Indonesia itu ternyata top lima negara paling cerewet, nah padahal negara kita ini lebih cerewet tapi minim literasi,” ujar Melin.

Melalui esai tersebut, Melin berusaha melihat persoalan literasi bukan hanya dari kebiasaan membaca, tetapi juga bagaimana masyarakat menyerap dan mengolah informasi. Ketertarikannya terhadap isu tersebut berawal dari keinginan mencoba bidang yang sebelumnya belum terlalu ia tekuni.

Melin mengaku proses penyusunan esai menjadi pengalaman baru baginya. Ia harus melakukan riset, menentukan informasi yang relevan, kemudian menuangkannya dalam tulisan berbahasa Inggris.

Dari proses tersebut, Melin berhasil meraih Juara 3 Essay Competition tingkat Kabupaten di Universitas Jember. Baginya, pengalaman mengikuti kompetisi menjadi kesempatan untuk mengembangkan kemampuan sekaligus mengenal lebih jauh isu yang terjadi di lingkungan masyarakat.

Ia juga mengajak anak muda untuk tidak ragu mencoba bidang baru. Menurutnya, keberanian keluar dari zona nyaman dapat membuka kesempatan untuk menemukan kemampuan yang sebelumnya belum disadari.

“Kalau kita mau mengasah bakat dan hard skill, kita harus berani keluar dari zona nyaman,” kata Melin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....