Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci Wujudkan Lumajang Naik Kelas
- 31 Jul 2026 17:48 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - Upaya mewujudkan visi “Lumajang Naik Kelas” membutuhkan sinergi dan kolaborasi dari seluruh sektor pembangunan. Pemerintah daerah, dunia pendidikan, pelaku usaha, hingga masyarakat dinilai harus bergerak bersama agar berbagai program pembangunan dapat memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.Hal tersebut mengemuka dalam dialog interaktif Jember Menyapa Pro 1 RRI Jember bertajuk “Lumajang Naik Kelas, Saatnya Semua Sektor Bergerak Bersama” yang disiarkan pada Kamis 30 Juli 2026.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lumajang, Mochamad Sonhaji, mengatakan sejumlah indikator makro pembangunan di Kabupaten Lumajang menunjukkan tren yang positif.
Namun, menurutnya, capaian tersebut harus ditindaklanjuti melalui kerja sama lintas sektor agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat.
| Baca juga: Peluang Kerja Global 2026 |
“Data kita menunjukkan tren positif untuk pertumbuhan dan Indeks Pembangunan Manusia, namun angka ini baru akan berdampak maksimal jika setiap instansi menanggalkan ego sektoral. Kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri atau secara parsial jika ingin Lumajang benar-benar naik kelas secara merata,” ujarnya.
Sonhaji menjelaskan, data statistik dapat menjadi dasar perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran. Namun keberhasilan pembangunan tidak cukup hanya ditunjukkan oleh angka-angka, melainkan juga melalui implementasi program yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat di berbagai sektor.
Menurutnya, kolaborasi antarlembaga menjadi faktor penting dalam mempercepat pembangunan daerah, mulai dari sektor ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga pelayanan publik.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Lumajang, Dr. Bekti Sawiji, M.Pd., menegaskan bahwa kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi fondasi utama dalam mendukung kemajuan daerah.
Ia menilai sektor pendidikan memiliki peran strategis dalam mempersiapkan generasi muda yang mampu menghadapi tantangan masa depan sekaligus menjadi motor penggerak pembangunan daerah.
“Sektor pendidikan adalah gerbang awalnya. Kalau kita bicara semua sektor bergerak bersama, maka dari sisi Dindikbud, kami bertugas dan fokus untuk memastikan anak-anak kita, generasi penerus ini, siap secara kompetensi maupun karakter untuk memegang estafet dan menyokong kemajuan Lumajang ke depan,” kata Bekti.
Menurutnya, pembangunan SDM tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter, keterampilan, dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman. Dengan demikian, generasi muda Lumajang diharapkan mampu berkontribusi secara aktif dalam berbagai sektor pembangunan.
Dialog tersebut juga menegaskan bahwa visi “Lumajang Naik Kelas” bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah semata. Keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat, menjadi syarat penting agar pembangunan dapat berjalan secara berkelanjutan.
Melalui kolaborasi yang kuat dan komitmen bersama, berbagai capaian pembangunan diharapkan tidak hanya tercermin dalam indikator statistik, tetapi juga dirasakan secara langsung oleh masyarakat melalui peningkatan kualitas hidup, pelayanan publik yang lebih baik, serta pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Dengan semangat bergerak bersama, Kabupaten Lumajang optimistis dapat mewujudkan pembangunan yang lebih merata dan berdaya saing, sesuai dengan visi besar “Lumajang Naik Kelas”.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....